Ternyata Makan Kue Cubit mentah itu berbahaya

Ternyata Makan Kue Cubit mentah itu berbahaya

28
0
SHARE

Kamu suka makan kue cubit setengah matang? Kalau iya coba hentikan

kebiasaan seperti itu ya. walaupun mungkin enak bagi beberapa orang

namun dibalik lezatnya itu ada bahaya yang mengintai kesehatan anda.

Berikut ini adalah liputan dari CNN Indonesia seputar bahayanya kue

cubit setengah matang.

Demam kue cubit setengah matang masih berlangsung sampai sekarang.

Kenikmatan lelehannya yang empuk, hangat dan manis. Modifikasi lain

yang dilakukan adalah dengan memberi beragam rasa dan topping, bukan

hanya cokelat tabur saja. Mulai dari kue cubit greentea sampai kue

cubit red velvet dengan berbagai macam topping banyak diburu para

pecinta kuliner. Tak jarang antrian sampai mengular hanya untuk dapat

menikmati lezatnya kue cubit yang sudah dimodifikasi ini. Kebanyakan

orang juga menyukai kue cubit yang dimasak setengah matang. Lelehan

adonannya yang lembut dan manis membuat lidah ketagihan untuk terus

mencecapnya.

Penganan tradisional ini sebenarnya sudah lama digandrungi banyak

orang. Namun, beragam inovasi ini akhirnya membuat kue cubit mendulang

lebih banyak apresiasi.

Banyak orang yang memburu kue cubit setengah matang karena menilai

rasanya lebih lezat dan sensasi yang unik. Meski tengah popular dan

banyak dicari, namun dari segi memasak, ternyata kue cubit setengah

matang bisa berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan kondisi

yang tidak tepat.

"Sebenarnya tidak apa-apa kalau setelah diangkat langsung di makan.

Tapi, bahayanya kalau sudah didiamkan. Apalagi lebih dari empat jam,"

kata Chef Setiyanto saat dihubungi CNN Indonesia.

Menurutnya, berdasarkan standar internasional, makanan dari suhu panas

jika didiamkan dalam waktu lebih dari 4 jam sudah tidak baik untuk

kesehatan, apalagi yang mengandung telur. Kondisi ini 'diperparah'

dengan adanya kandungan telur yang dimasak setengah matang.

Seperti diketahui, telur ayam mengandung bakteri salmonella. Jika tak

dimasak dan dikonsumsi dengan cara yang tepat maka bisa menyebabkan

penyakit. "Itu bisa bikin diare atau muntah-muntah," ujar Setiyanto.

Selain itu, kandungan karbohidrat dalam tepung pada kue cubit akan

cepat basi karena memiliki sifat yang cepat rusak. Hal ini disebabkan

karena proses memasaknya yang setengah matang.

Namun, Setiyanto menjelaskan, efek seperti itu bisa terjadi jika

ketahanan tubuh seseorang rendah. "Kalau efeknya untuk setiap orang

beda. Tergantung ketahanan tubuh masing-masing."

Ia mengatakan ada beberapa orang yang harus mewaspadai dan diharapkan

menghindari mengonsumsi kue cubit setengah matang. "Yang rentan itu

anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Apalagi saat musim pancaroba seperti

sekarang, itu juga rentan," ucap Setiyanto.



Salam,

NO COMMENTS

Comments are closed.