Tenaga Kerja Asal China Tiongkok Serbu Papua!

Tenaga Kerja Asal China Tiongkok Serbu Papua!

17
0
SHARE

Yang masih tidak percaya tenaga kerja China sekarang sudah invasi ke Indonesia bahkan ke Papua, silahkan baca berita berikut:

http://mediapapua.com/metropolis/total-telah-40-tka-asal-tiongkok-dipulangkan/

Sebanyak 40 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan telah dideportasi ke negara asalnya, China. Rata-rata, TKA ini tidak memiliki Ijin Kerja (RPJKA) dan Ijin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTKA).

“Mereka dideportasi karena dokumen ijinnya tidak lengkap, dan visa ijin kunjungan dipakai untuk bekerja. Prediksi kami, kedepan masih ada TKA yang dideportasi,” kata Kasi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kabupaten Manowkari, Anton Purnomo Hadi, SE, MM, Minggu (17/5).

Menurutnya, dari jumlah 359 TKA, sekitar 200 lebih TKA telah mengajukan Permohonan Pengurusan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) ke Kantor Imigrasi Manokwari. Namun hal ini masih bersifat permohonan dan belum ada jawaban dari pihak imigrasi karena jelas-jelas hal ini sudah melanggar aturan imigrasi dan ketenagakerjaan.

Dikatakan, terkait kasus ini, pihaknya sempat didatangi perwakilan PT SDIC Papua Cemen Indonesia, dan meminta agar diberikan toleransi waktu agar TKA ini tidak dideportasi, karena sementara menunggu realisasi RPTKAnya, tetapi hal ini tidak dapat diterima, karena sudah jelas apa yang dilakukan tidak sesuai aturan.

***

Jumlahnya sudah ratusan, tidak pakai visa tenaga kerja asing, semua visa wisata, sementara yang dipulangkan karena paspornya bermasalah. Jadi pemicu konflik di masyarakat lokal Papua, sebab sampai pekerjaan kasar seperti buruh bangunan juga asli dari China.

Terus pemerintah akan bangun PLTU untuk pasok listrik ke proyek pabrik semen (bersebelahan lokasinya), berapa ribu lagi yang akan datang???

China Percepat Bangun PLTU Manokwari

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2211396/tiongkok-percepat-bangun-pltu-manokwar

NO COMMENTS

Comments are closed.