Pernah Sakit Gak? Ini Dia Nih Cara Kerja Antibiotik, Gan!

Pernah Sakit Gak? Ini Dia Nih Cara Kerja Antibiotik, Gan!

23
0
SHARE

Mekanisme Kerja Antibiotik

Sebelum manusia menemukan antibiotik, ada beberapa pilihan untuk menangani masalah infeksi. Pertama : kita bisa menunggu saja dan melihat apakah infeksi semakin bertambah atau tidak, atau Kedua : kita bisa menghentikan dan melenyapkan infeksi dari tubuh kita.

ilustrasi

Tentu saja tidak sampai pada tahun 1928 ketika antibiotik yg pertama kali berhasil ditemukan, secara tidak sengaja, pada saat itu ketika Alexander Fleming kembali bekerja setelah libur selama 1 minggu tidak berada di laboratoriumnya dan kemudian menemukan jenis tertentu dari spesies jamur, yakni “Penicilium notatum” yg menghentikan pertumbuhan dari bakteri Staphyloccocus (bakteri yg bisa menyebabkan infeksi kulit, pneumonia dan beberapa infeksi lain) di cawan petri miliknya.

Dan tak hanya berhasil membunuh bakteri tersebut, ketika dia mencoba pada bakteri lain hasilnya sama, spesies jamur tersebut bisa membunuh beberapa bakteri dalam eksperimennya, diantaranya : Sreptococcus, Meningococcus dan Diphtheria.

Antibiotik bekerja melawan infeksi bakteri, manusia sering menggunakannya untuk melawan bermacam infeksi mulai dari radang tenggorokan, hingga infeksi kandung kemih dan bermacam infeksi kulit. Tetapi antibiotik tidak akan berfungsi sama sekali jika melawan infeksi virus, termasuk influenza dan gastroenteritis atau yg biasa disebut “flu perut”.

Ketika semua antibiotik akan membunuh atau menghentikan pertumbuhan bakteri, namun tidak semua antibiotik efektif melawan bakteri yg sama, dan tidak semua antibiotik melawan bakteri dengan mekanisme yg sama pula.

Jenis antibiotik yg diberikan dokter pada resep yg kita terima untuk mengobati infeksi tergantung pada jenis dari bakteri patogen yg menyebabkan infeksi tersebut. Kebanyakan bakteri digolongkan menjadi 2 jenis, yakni : Bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Penggolongan ini pada berdasarkan pada jenis sel yg dimiliki oleh bakteri itu.

Bakteri Gram-positif : contohnya Streptococcus, memiliki ciri khas dinding sel nya yg tipis dan mudah ditembus (permeable) dan hanya memiliki satu lapisan dinding sel.

Bakteri Gram-negatif : contohnya E.coli, memiliki dinding sel yg lebih tebal dan susah ditembus, serta terdiri atas 2 lapis dinding sel.

Agar sebuah antibiotik berhasil menghentikan infeksi bakteri, tentu saja harus bisa melakukan penetrasi pada dinding sel salah satu atau kedua golongan bakteri tersebut kan ?

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.