Perbandingan Indonesia vs Malaysia di Ambalat

Perbandingan Indonesia vs Malaysia di Ambalat

35
0
SHARE


Sejauh ini sudah sembilan kali pesawat tempur Malaysia melintasi wilayah udara Indonesia di Ambalat tanpa izin.
Komandan Landasan Udara Tarakan, Letkol TNI AU Toipan Hutapea, meminta kepada TNI memperketat penjagaan daerah Ambalat, Kalimantan Utara. Sebab, beberapa bulan belakangan ini radar deteksi pesawat di Tarakan, Kalimantan Utara, kerap menangkap aktivitas pesawat asing melintasi wilayah perbatasan antara Malaysia dan Indonesia.
"Pesawat negara tetangga beberapa kali terdeteksi masuk ke wilayah perbatasan. Terhitung dalam setahun ini ada 9 pesawat asing yang melintas," kata Toipan di Landasan Udara Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (10/6).
Menurut Toipan, pesawat dengan seri SQ sering datang ke daerah perbatasan. Biasanya pesawat asing itu ramai melintas pada Januari dan Mei.
Peristiwa itu terpantau Satuan Radar 225 Kosek II, kohanudnas di Tarakan, Kalimantan Utara.
Akibat insiden itu Indonesia dan Malaysia kembali bersitegang.
Menurut komandan satuan radar Mayor Lek M Suarna, pelanggaran wilayah di perbatasan memang seringkali dilakukan oleh pesawat Malaysia.
Seperti apa sesungguhnya perbandingan kekuatan militer Indonesia dan Malaysia di sekitar Ambalat?
Malaysia tercatat mempunyai pesawat tempur F-18 Hornet untuk menggempur basis pertahanan musuh. Pesawat berpenumpang dua orang ini didesain untuk menyerbu target sasaran di darat. Bisa dioperasikan dari landasan udara maupun dari kapal induk. Kecepatan maksimalnya 1,8 mach. Bisa dioperasikan malam hari dalam segala kondisi cuaca. 
Bersamaan dengan serangan menggunakan F-18, Malaysia juga mengerahkan lima pesawat tempur Hawk 208. Pesawat tempur ini bisa membawa bahan peledak seberat 680 kg. Bom bisa diluncurkan dengan panduan sinar laser di target.
Pilot pesawat ini bisa mengintai sasaran dengan laser dan bahan peledak yang diluncurkan. Pesawat tempur Hawk ini diturunkan bersamaan dengan tiga F-18 Hornet. 
Selain kekuatan udara, di perairan, kapal yang dikerahkan Malaysia adalah Combat Boat 90 (CB90). Ini adalah jenis kapal serang cepat yang diproduksi oleh perusahaan Swedia Dockstavarvet. Kecepatan bisa mencapai 74 km/jam di perairan.
Kapal lain yang dikerahkan adalah fregat FFG 29 KD Hang Jebat. Kapal ini diproduksi oleh BAE Systems Surface Fleet Solutions yang bermarkas di Glasgow. 
Sedangkan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bertumpu pada pesawat tempur F-5 Tiger, F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi. Bahkan pesawat Sukhoi buatan Rusia itu sudah didatangkan ke Pangkalan Udara Tarakan, Kalimantan Utara.
"Itu pesawat Sukhoi memang untuk menghancurkan bukan menakut-nakuti lagi. Pelanggaran udara setelah bulan Januari langsung menghilang karena diseganinya pesawat ini," kata Tiopan di Lanud Tarakan, Kalimantan Utara (10/6).

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

NO COMMENTS

Comments are closed.