Penting ga sih tukang parkir itu?

Penting ga sih tukang parkir itu?

40
0
SHARE

Ini artikel udah lama banget pengen ane tulis gan. Tapi baru sempet sekarang. Ini adalah apa yang gw alamin hampir setiap hari. Ada tukang parkir di mana, InXXmaret, AlXXmaret, dll.

Tapi jujur gw sering kesel duluan sebelum ke tempat yang ada tukang parkirnya. Gimana nggak kesel coba. Gw cuma niat beli barang bentar atau ambil duit di ATM, nggak nyampe 2 menit. Si tukang parkir udah nadahin minta duit aja. Pernah juga, ane ke tempat makan. Motor ane diparkir pas banget di samping ane meja makan yang ane dudukin. Tetep, si tukang parkir minta duit. Menurut ane, itu tukang parkir nggak layak dikasih duit, karena tanpa dia, ane pun tetap bisa awasin motor ane.

Pernah juga, ane minggu lalu ke apotek untuk beliin obat buat nyokap ane. Tapi obat yang ane cari nggak ada dan ane jelas cuma 1 menit masuk itu apotek. Eh pas keluar, si tukang parkir udah nodong aja.

Lalu apa gunanya tukang parkir.

Emang sih, ane akui, pada satu sisi, tukang parkir juga ada gunanya. Tapi dengan catatan, jika itu benar-benar berguna. Misal, jagain motor ane dalam jangka waktu yang lama dan ane sendiri bener-bener nggak bisa awasin karena ane berada di lokasi yang jauh dari motor.

Tapi sekali lagi, ane kesel kalau liat tukang parkir yang "magabut". Itu alasan pertama.

Kedua, ane ngga suka lihat remaja-remaja atau pemuda-pemuda yang jadi tukang parkir. Mereka kerjaannya nongkrong seharian terus nadahin duit. Ngerokok, ngopi, duduk bengong, dan ngobrol nggak jelas. Yang terbesit di otak ane? Kenapa mereka nggak sekolah, kuliah, kerja atau ngelakuin aktivitas lain yang lebih positif.

Ane jujur miris gan sering lihat banyak pemuda yang nongkrong jadi tukang parkir. Pemuda kita kalah dengan negara lain yang sudah maju, yang sebagian besar membuat temuan inovatif. Apalagi, sekarang sudah masuk yang namanya era gombalisasi, eh globalisasi. Sudah masuk era Masyarakat Ekonomi ASEAN, di mana kita nggak hanya bersaing dengan pemuda di dalam negeri, tapi juga pekerja asing.

Ane nggak kebayang kalau nanti pemuda kita kalah saing dengan pemuda negara lain. Dan bisa jadi, kalau kebanyakan pemuda kita cuma bermimpi nongkrong jadi tukang parkir, yang ada kita bisa dijajah di negeri sendiri. Sekarang aja udah berasa si menurut ane, dijajah di negeri sendiri.

Mohon maaf sebelumnnya, ane nggak maksud untuk mendiskreditkan profesi tukang parkir. Karena ane tau banget kalau seorang ayah yang bekerja sebagai tukang parkir untuk menafkahi keluarganya tentu merupakan pekerjaan yang mulia.

Tapi sekali lagi, ane kurang suka jika tukang parkirnya itu "magabut" atau minta uang dari sesuatu yang belum/tak memberikan manfaat kepada si empunya kendaraan. Dan si tukang parkir itu sebenarnya bisa melakukan pekerjaan lain, asal dia gigih berusaha dan tidak malas.

Yuk share pendapat Agan dan Sist…

"SOLUSI":
1. Tukang parkir harus jaga tempat yang benar-benar rawan pencurian dan lokasi parkirnya nggak bakal bisa dijangkau si empunya kendaraan. Percuma kalau tukang parkir jagain kendaraan yang masih bisa dilihat dengan si empunya.

2. Tukang parkir sebaiknya bener-bener orang yang nggak bisa cari kerja lain atau seorang bapak yang memang menafkahi keluarganya. Kalau dia masih muda, bisa kerja yang lain, kenapa harus nongkrong nggak jelas gan terus "malak" pengunjung.

Jangan sampai ada tukang parkir yang kaya gini gan

NO COMMENTS

Comments are closed.