Kisah Pembunuhan Sadis Angeline Bali. Dikubur bersama boneka

Kisah Pembunuhan Sadis Angeline Bali. Dikubur bersama boneka

44
0
SHARE

Seorang ibu menangis histeris di ruang forensik Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar, Bali. Air mata terburai tak henti dan tubuhnya begitu lunglai tak terkendali. Sesekali terdengar, ia berteriak menyebutkan sebuah kalimat tanda penyesalan.
“Angeline jangan tinggalin ibu, nak. Ini ibu, nak,” sebutnya berulang-ulang kali.
Ia adalah Amidah, ibu kandung dari Angeline, seorang gadis kecil yang jasadnya baru saja ditemukan polisi, setelah sejak 16 Mei 2015 lalu dinyatakan hilang tanpa jejak.
Amidah meratapi nasib anaknya, yang pergi dalam kondisi mengenaskan. Ia menyesal, karena telah menyerahkan gadis kecilnya itu dibesarkan oleh Margareth, sang orangtua angkatnya.
“Siapa yang membunuh anakku? Siapa yang berani bunuh anakku?” ucap Amidah dalam derai tangis yang terus menderu.
Beberapa orang yang tak lain adalah kerabat Amidah pun berusaha menenangkannya.
Namun, kesedihan ibu tiga anak itu sudah terlalu dalam, dalam pelukan erat kerabat, Amidah berusaha membuka pintu ruang jenazah tempat jasad sang putri mungilnya terbujur kaku dan sedang diperiksa tim ahli forensik.

Tapi apa daya, Amidah tak kuasa lagi bertahan, ia pun tak sadarkan diri dengan wajah pucat dan air mata yang terus berlinang.

Di waktu bersamaan, di dalam ruangan tertutup, tim forensik mulai memeriksa satu persatu bagian tubuh mungil Angeline yang sudah mulai membusuk dan menebarkan aroma menyengat.
Sehelai kain dan sebuah boneka yang sudah kumuh, karena tertimbun tanah tergeletak di samping jasad mungil murid kelas III Sekolah Dasar itu.

baca juga Diduga Karena Motif Warisan
baca juga Tampang Agustinus Pembunuh Angeline

Selanjutnya… Angeline Dikubur Sambil Memeluk Boneka…

Angeline dikubur sambil memeluk bonekaSiang itu, jarum jam menunjukkan pukul 12.30 WITA, di sebuah rumah di Jalan Sedap Malam, Denpasar terlihat sejumlah polisi lalu lalang keluar masuk halaman rumah.Di belakang rumah, sejumlah petugas secara perlahan menggali gundukan tanah yang sebelum tertutup sampah dan telah ditanami pohon pisang.Perlahan, alat menyerupai sebuah cangkul mengangkat tanah dari lubang gundukan tanah merah itu.”Ada kain putih, coba dilihat,” kata seorang petugas sambil terus menggali lubang yang sedari tadi mulai mengeluarkan aroma tak sedap.Secara perlahan petugas mengangkat tanah yang menimbun kain itu, dan tiba-tiba semua petugas yang menyaksikan pembongkaran lubang misterius itu terkejut.Dari balik kain putih terlihat, sesosok jasad mungil terbujur dengan kondisi tubuh melibat seperti seseorang yang tengah kedinginan.Perlahan kain pun disibak dan pemandangan yang mengharukan mulai terpampang. Di dalam kain putih itu, terlihat sosok Angeline, gadis kecil yang selama ini dicari, sudah tak bernyawa dalam posisi tengah memeluk boneka kesayangannya.

“Di dalam bungkusan itu ada mayat seumuran Angeline bersama bonekanya. Di dalam juga ada tali plastik, yang kita belum tahu tali itu fungsinya untuk apa,”

 kata Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie, Rabu 10 Juni 2015.Pembunuh sadis itu ditangkapPenemuan jasad Angeline mengguncang Pulau Bali, pulau yang terkenal dengan keramahan dan cinta damai itu pun gempar.Lokasi temuan jasad Angeline pun dipenuhi warga. Tangis duka pun terpancar sebagai bentuk duka yang mendalam atas tragedi mengenaskan itu.Dalam situasi duka mendalam, polisi tak mau kehilangan jejak pembunuh gadis kecil itu, sejumlah orang diperiksa sebagai saksi, ibu angkat Angline, Margareth yang selama ini selalu menutupi kasus hilangnya Angeline pun digiring ke Mapolres Denpasar.Berjam-jam penyidik memeriksa satu persatu saksi dan orang-orang yang diduga mengetahui pembunuhan sadis itu.Tetapi, untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan Angelina bukan perkara mudah.Tim forensik juga tak membutuhkan waktu lama untuk memberikan bukti yang mereka temukan pada jasad Angeline.Dari hasil pemeriksaan, di tubuh Angeline ditemukan luka jerat di leher dan sejumlah luka lainnya.Menjelang petang, penyidik mulai mengendus siapa pelaku pembunuhan itu.

Dalam serangkaian pemeriksaan akhirnya seorang pria mengaku bahwa ialah pelaku pembantai Angel.Ia bernama Agus, ia adalah pemuda berusia 25 tahun yang pernah bekerja di rumah orangtua angkat Angeline sebagai pembantu rumah tangga.”Dia pelaku tunggal,” kata Kapolresta Denpasar, Kombes Anak Agung Made Sudana di Mapolresta Denpasar, Rabu malam 10 Juni 2015.

Angeline dipukul usai alami kekerasan seksualSelama proses pemeriksaan, Agus mengakui semua perbuatan keji yang telah diperbuatnya.Agus mengaku membunuh Angeline, karena takut kekerasan seksual yang dilakukannya kepada Angeline diketahui orang tua korban.Agus menghabisi nyawa Angeline dengan cara memukul kepala korban dengan palu besi. Semua pengakuan Agus itu dibuktikan dengan ditemukannya palu dan kain putih yang dipenuhi bercak darah.

“Sehingga, menguatkan dugaan penyidik untuk meningkatkan status Agus sebagai tersangka,”
ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Anak Agung Made Sudana.Atas perbuatannya, penyidik akan menjerat Agus dengan pasal berlapis.

 “Dia kita jerat dengan Pasal 35 UU Perlindungan anak juncto Pasal 80 ayat 3 KUHP, dengan ancaman 15 tahun penjara,”

terang Agung.Sementara itu, orang tua angkat Angeline, Margareth dan kakak angkatnya  masih menjalani pemeriksaan intensif. “Dia tidak terlibat dalam aksi pembunuhan. Statusnya masih saksi,” ungkapnya.Kendati begitu, Sudana mengaku terus mendalami keterangan Agus, termasuk Margareth, dua kakak Angeline, Ivon dan Christine, serta beberapa saksi lainnya.

“Masih ada waktu 1 x 24 jam. Kita tunggu saja. Sementara, Agus yang sudah ditetapkan tersangka sebagai pelaku tunggal,”
kata Agung. Melalui mimpi Angeline minta digendong sang ibuIbu kandung Angeline, Amidah, mengaku mendapatkan firasat kematian sebelum putri berparas cantiknya itu ditemukan terbunuh di dalam lubang di belakang rumah ibu angkatnya.Amidah menuturkan, firasat kematian Angeline didapatkannya melalui mimpi. Satu malam sebelum jasad Angeline ditemukan polisi, ia bermimpi bertemu Angeline.Dalam mimpi itu, gadis kecil berusia delapan tahun itu meminta digendong oleh ibunya.

Mimpi itu hanya sekali dialami Amidah.
“Tadi malam saya sempat bermimpi lagi, dia minta digendong,”

tutur Amidah sambil terus menangis terisak di ruang forensik RSUP Sanglah Denpasar, Bali, Rabu 10 Juni 2015.Menurut Amidah, sejak putrinya itu dinyatakan hilang pada pertengahan bulan Mei 2015 lalu, ia belum pernah bermimpi bertemu Angeline.Meski mimpi itu baru sekali menghiasi tidur malamnya, Amidah sempat hanya menganggap mimpi itu bunga tidur dan bukan sebuah pertanda.Amidah sangat terpukul begitu tahu kematian Angeline, karena baginya, anak keduanya itu adalah salah satu anak yang diharapkan menjadi anak yang sukses hidup bersama orangtua angkatnya.

Seperti diketahui, Angeline, siswa kelas III Sekolah Dasar di Sanur Bali ini ditemukan tewas terkubur di belakang rumahnya. Penjelasan polisi, ada bekas jeratan tali di lehernya.Hingga kini, jasad Angeline masih diautopsi oleh RSUP Sanglah Denpasar untuk memastikan penyebab kematian bocah berparas manis ini. (asp)

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

NO COMMENTS

Comments are closed.