Kelinci Sumatera, Si Cantik Malam Yang Hampir Punah

Kelinci Sumatera, Si Cantik Malam Yang Hampir Punah

42
0
SHARE

Kelinci Sumatera atau Nesolagus Netscheri tercatat sebagai kelinci paling langka di dunia. Hewan ini dinyatakan hampir punah oleh International Union for Conservation of Nature.Sebelumnya, hewan ini pernah dikira punah hingga pada tahun 1990-an berhasil terfoto oleh seseorang. Hingga kini pernah tertangkap kamera sebanyak tiga kali.
Kelinci ini terletak pada tempat yang sangat terpencil, hanya terdapat di hutan-hutan Bukit Barisan, Sumatera. Kelinci itu tinggal di tempat yang sangat terisolasi, informasi tentang perilaku dan habitatnya sangat minimal. Bahkan, masyarakat setempat tak memiliki bahasa lokal untuk menyebutnya dan ada yang tak menyadari keberadaannya.
Berdasarkan informasi yang sangat minimal itu, diketahui bahwa kelinci ini aktif pada malam hari. Di siang hari, mereka menghabiskan waktu untuk bersembunyi di dalam liang yang ditinggalkan hewan lain. Sejauh ini, tak ada bukti bahwa mereka menggali lubangnya sendiri.
Kelinci Sumatera dikenal sangat cantik dan menawan karena memiliki warna bulu yang bermotif garis. Diperkirakan, warna bulu tersebut dimiliki agar kelinci itu bisa menyesuaikan diri dan bersembunyi di dasar hutan hujan tropis. Secara umum, kelinci ini memiliki bulu yang tebal dan lembut, garis-garis yang berwarna cokelat kacang. Ada satu garis lagi yang memanjang dari tengkuk hingga ekor. Ciri lainnya adalah memiliki ekor warna merah, berbobot lebih kurang 1,5 kilogram, dan telinga yang lebih kecil dari kelinci umumnya.Kelinci ini tidak mencari makan seperti hewan lainnya yang berkeliling wilayah tertentu. Mereka memilih untuk hanya berada di daerah sekitar liangnya dan memakan tanaman apa saja yang ada di sana. Tentang repr*duksinya, belum ada data yang cukup jelas karena kajian tentang jenis kelinci ini jarang.Beberapa waktu yang lalu tim peneliti dari University of Delaware berhasil merekam gambar seekor kelinci di pedalaman hutan Sumatera. Para peneliti tidak sengaja menemukan hewan tersebut, karena mereka sebenarnya tengah mencari kucing-kucing liar seperti macan tutul, berukuran menengah dan kecil.
Jennifer McCarthy, peneliti dari Department of Entomology and Wildlife Ecology, College of Agriculture and Natural Resources (CANR) menyatakan, selain melanjutkan studi mereka terkait spesies kucing-kucing tersebut, mereka juga akan fokus melakukan penelitian terhadap spesies kelinci ini.Dalam studinya, McCarthy menggunakan sepuluh foto kelinci belang Sumatera yang didapat di dua lokasi berbeda berjarak 790 meter di kawasan Liwa, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.Foto-foto kelinci ini nyaris tak ada dan sebagian besar diambil dengan kamera jebakan. Kendati demikian, foto buram pun bisa memperlihatkan keunikan hewan ini. Belang hitamnya, termasuk satu yang berakhir di ujung kepala.Tubuhnya putih, bagian belakang berwarna merah dan telinga pendeknya membuat kelinci ini tak ada bandingannya di dunia, kecuali saudara dekatnya, kelinci belang Annamite, yang hanya ditemukan di Asia Tenggara tahun 2000.

Sent from my BlackBerry® via Smartfren EVDO Network

NO COMMENTS

Comments are closed.