Kasus Anak – anak Kodok – Hilangnya 5 Bocah Selama 11 Tahun

Kasus Anak – anak Kodok – Hilangnya 5 Bocah Selama 11 Tahun

13
0
SHARE

Kasus kehilangan anak merupakan momok menakutkan bagi para orang tua, karena yang pasti kita ketahui tak ada satu pun orang tua yang ingin kehilangan anaknya. Lalu bagaimana jika ada kasus hilangnya beberapa anak yang kemudian akhirnya di temukan 11 tahun kemudian???

“Kasus anak – anak kodok” atau “The frog boys case” adalah kasus hilangnya 5 orang bocah yang 11 tahun kemudian baru di temukan. Kasus ini merupakan sejarah kelam bagi Korea Selatan dan akan terus diingat oleh seluruh warga negaranya.

Kasus kehilangan anak merupakan momok menakutkan bagi para orang tua, karena yang pasti kita ketahui tak ada satu pun orang tua yang ingin kehilangan anaknya. Lalu bagaimana jika ada kasus hilangnya beberapa anak yang kemudian akhirnya di temukan 11 tahun kemudian???

“Kasus anak – anak kodok” atau “The frog boys case” adalah kasus hilangnya 5 orang bocah yang 11 tahun kemudian baru di temukan. Kasus ini merupakan sejarah kelam bagi Korea Selatan dan akan terus diingat oleh seluruh warga negaranya.

Hilangnya 5 bocah

26 Maret 1991 di kota Daegu, Korea Selatan. Pada hari itu sedang berlangsungnya pemilihan umum lokal membuat seluruh kegiatan di liburkan termasuk juga sekolah.

Ucheol-won (13), Jo Ho-yeon (12), Kim Yeong-gyu (11), Park Chan-In (10), dan Kim Jong-sik (9), mereka menghabiskan liburannya dengan mencari dan menangkap kodok di sebuah air terjun di gunung waryong.

Namun sejak saat itu mereka tak pernah kembali

Pencarian

Setelah dikabarkan menghilang, kasus mereka yang lebih dikenal dengan “kasus anak-anak kodok” atau “frog boys case” melesat menjadi trending topik pemberitaan nasional.

Presiden saat itu, Roh Tae-woo bahkan mmerintahkan hingga 300.000 personil polisi untuk membantu pencarian dan di siarkan terus menerus di saluran televisi Korea Selatan.

Lalu donasi dari para dermawan terkumpul hingga 42 juta won (atau setara dengan US$35.000 pada masa itu) sebagai hadiah bagi siapapun yang dapat menemukan ke-5 bocah tersebut.

Tak ketinggalan juga pihak sekolah Song-so, yang merupakan sekolah ke-5 bocah tersebut melakukan kampanye pencarian “anak-anak kodok” atau “Frog boys” tersebut.

Dan juga foto-foto mereka terpampang di setiap kemasan produk susu di Korea Selatan.

Beberapa orang tua mereka pun harus rela meninggalkan pekerjaan mereka untuk melakukan perjalanan di seluruh negeri untuk mencari anak – anak mereka.

Hingga tahun 2001 pencarian terus dilakukan, namun polisi tak menemukan sedikitpun petunjuk yang berarti dan dapat membantu. Mereka hanya mendapatkan laporan palsu yang jumlahnya hingga 550 kali.

Berbagai spekulasi pun mulai bermunculan seiring lamanya pencarian yang hasilnya nihil. Mulai dari penculikan yang dilakukan oleh musuh bebuyutan negara mereka yaitu Korea Utara, penculikan oleh alien, penculikan oleh otoritas negara Korea Selatan sebagai percobaan sains, dan bahkan spekulasi bahwa sebenarnya anak – anak itu telah di bunuh dan di kubur oleh orang tua mereka sendiri.

Penemuan
Pada tahun 2002, seorang pria yang sedang mencari acorn (buah/biji pohon eek) menemukan kelima anak itu pada area gunung yang telah beberapa kali diperiksa oleh para petugas. Pria itu mengaku sebenarnya telah diberitahu melalui telepon dari seseorang yang tidak dia kenal.

Pada pemeriksaan awal polisi menyimpulkan anak anak itu tewas akibat hipotermia , tetapi orang tua dari para anak tersebut tidak menerima kesimpulan itu dan menuntut adanya pemeriksaan menyeluruh. Keluarga mempertanyakan kesimpulan bahwa anak-anak tersebut telah meninggal akibat tersesat karena terdapat keanehan dari pakaian mereka yang ditemukan dalam keadaan terikat dan tubuh mereka yang ditemukan tidak jauh dari desa di daerah dimana anak-anak sangat tahu betul.

Forensik akhirnya menemukan bahwa anak – anak tersebut meninggal karena dibunuh dengan cara dipukul bertubi-tubi di bagian kepala dan salah satunya ditembak dengan shotgun.

25 Maret 2004 diadakanlah upacara pemakaman yang berlangsung di tempat penemuan jenazah.

Kasus Ditutup

Pada 2006, masa kasus ini telah habis dan dinyatakan kadaluarsa, sehingga jika kasus ini dapat dipecahkan sekarang ataupun suatu saat nanti maka hukum negara tidak berhak dan tidak mampu menghukum siapapun. Polisi mengatakan bahwa mereka tetap akan melanjutkan penyelidikan mereka, untuk mengungkap kebenaran. dan tengkorak kelima bocah itu disumbangkan untuk menjadi objek penelitian medis.

Film

Pada tahun 2011 kasus ini di jadikan sebuah film di Korea Selatan yang berjudul “Children”.

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.