Kalian Tahu Kalau ANTIBIOTIK VS BAKTERI Bertarung?

Kalian Tahu Kalau ANTIBIOTIK VS BAKTERI Bertarung?

16
0
SHARE

Antibiotik bekerja melawan infeksi bakteri, manusia sering menggunakannya untuk melawan bermacam infeksi mulai dari radang tenggorokan, hingga infeksi kandung kemih dan bermacam infeksi kulit. Tetapi antibiotik tidak akan berfungsi sama sekali jika melawan infeksi virus, termasuk influenza dan gastroenteritis atau yg biasa disebut “flu perut”. Ketika semua antibiotik akan membunuh atau menghentikan pertumbuhan bakteri, namun tidak semua antibiotik efektif melawan bakteri yg sama, dan tidak semua antibiotik melawan bakteri dengan mekanisme yg sama pula.

Jenis antibiotik yg diberikan dokter pada resep yg kita terima untuk mengobati infeksi tergantung pada jenis dari bakteri patogen yg menyebabkan infeksi tersebut. Kebanyakan bakteri digolongkan menjadi 2 jenis, yakni : Bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. Penggolongan ini pada berdasarkan pada jenis sel yg dimiliki oleh bakteri itu.

Bakteri Gram-positif : contohnya Streptococcus, memiliki ciri khas dinding sel nya yg tipis dan mudah ditembus (permeable) dan hanya memiliki satu lapisan dinding sel.

Bakteri Gram-negatif : contohnya E.coli, memiliki dinding sel yg lebih tebal dan susah ditembus, serta terdiri atas 2 lapis dinding sel.

Agar sebuah antibiotik berhasil menghentikan infeksi bakteri, tentu saja harus bisa melakukan penetrasi pada dinding sel salah satu atau kedua golongan bakteri tersebut kan ?

 
ANTIBIOTIK VS BAKTERI

Antibiotik bekerja dengan beberapa cara tertentu : dengan menghambat kemampuan bakteri untuk memperbaiki DNA nya yg rusak, dengan menghentikan kemampuan regenerasi bakteri dalam menghasilkan sel-sel baru atau dengan memperlemah dinding sel bakteri sampai dinding sel tersebut pecah.

Kebanyakan antibiotik yg ada di pasaran adalah termasuk golongan “Broad Spectrum” atau spektrum luas, yg artinya antibiotik golongan ini efektif untuk melawan infeksi yg disebabkan oleh banyak spesies bakteri, termasuk Gram-positif atau Gram-negatif.

Misal, Fluoroquinolon (digunakan untuk infeksi saluran kencing sampai pneumonia / infeksi saluran napas dan antraks) dan Tetrasiklin (digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi mulai dari jerawat / bisul sampai gonore), keduanya adalah contoh dari antibiotik spektrum luas, antibiotik golongan ini bisa mengobati infeksi yg disebabkan dari berbagai macam jenis bakteri.

Selanjutnya adalah antibiotik “Narrow Spectrum” atau antibiotik spektrum sempit, di sisi lain antibiotik golongan ini hanya efektif melawan bakteri jenis tertentu saja, kelompok bakteri tertentu, dari golongan Gram-positif atau negatif namun tidak mencakup keduanya.

 

Quinolon, adalah tipe antibiotik spektrum luas yg membunuh bakteri dengan “Hidroxyl radicals”, atau dengan menggunakan molekul yg menghancurkan lapisan lipid dan protein yang menyusun dinding sel pada bakteri dan merusak DNA sel nya sehingga menghentikan replikasi bakteri.

Sementara itu, Penisilin adalah contoh antibiotik spektrum sempit, yg bekerja dengan cara menghancurkan struktur dinding sel, lapisan yg menyangga sel bakteri itu, glikopeptida yg ada pada antibiotik juga bekerja pada dinding sel tersebut, secara spesifik mencegah bakteri Gram-positif agar tidak membentuk dinding sel baru, dan tentu saja sel tidak dapat bertahan hidup tanpa dinding sel yg menopang dan melindungi isi sel itu sendiri.

Alih-alih menghancurkan sebuah sel dari luar seperti penisilin, beberapa antibiotik mem-blok / menghentikan kemampuan sel untuk berkembang biak dari dalam . Contoh, Antibiotik golongan makrolid adalah semacam protein penghambat sintetis, Antibiotik makrolid yg umum adalah Eritromisin yg bekerja dengan cara mengikat molekul spesifik dalam ribosom sel, menghancurkan kemampuan sel untuk membentuk protein yg dibutuhkan untuk tumbuh.

Sementara itu, antibiotik golongan Sulfa, misal Sulfonamide telah digunakan untuk melawan infeksi bakteri sejak 1930. Sasarannya adalah reaksi kimia spesifik dalam sel, dengan cara mengikat enzim yg disebut “dihydropteroate synthase” (DHPS) yg kemudian menghentikan kemampuan bakteri untuk membentuk asam dihydriofolic. Ketika sel bakteri jenis ini berhenti melakukan metabolisme folat, maka bakteri itu sudah tak bisa lagi tumbuh atau berkembang biak.

Pasti pernah liat film-film perang semacam Saving Private Ryan atau Band of Brothers kan ? , pernah liat waktu adegan ada salah satu prajurit yg tertembak atau kena mortar dan kemudian temennya teriak2 “Medic!!!” trus dateng petugas medisnya dan memberikan pertolongan ngasi serbuk putih ditaburin di lukanya itu, biasanya juga diiringi temen2 nya bilang “Sulfa” “Sulfa”, itu yg dimaksud adalah Sulfonamide ini gan.

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.