Bisnis `Distro` Mahasiswa Indonesia Menembus Dunia

[INSPIRATIF] Bisnis `Distro` Mahasiswa Indonesia Menembus Dunia

8
0
SHARE

Jakarta kembali menggelar ajang pameran clothing terbesar, Jakcloth Summer Fest 2015. Ajang pameran busana anak muda ini memang punya daya tarik tersendiri bagi para pengusaha pakaian dengan merek yang masih berkembang.
Diantara kerumunan ratusan gerai yang unjuk gigi, terselip sebuah distro Dazzle and Angel. Meski hanya menempati lahan seluas 30 x 5 meter, jangan remehkan popularitas produk dari distro dengan nama beken D&A ini. 
“Jakcloth ini benar-benar ajang yang tepat untuk memperkenalkan produk baru baru kami,” ujar Head Event Dazzle and Angel Kabela Filza saat berbindang dengan Dream.co.id di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu.
Distro yang berdiri pada 2011 senantiasa memanjakan pelanggan dengan memperbarui desain produknya saban tiga kali setahun.
“Seperti tahun ini, kita sudah tiga punya tiga edisi desain yaitu glow in the dark, Japanese edition dan trippy,” kata mahasiswa Tantri Abeng University itu.
Perempuan yang akrab disapa Bella ini pun mengaku, keikutsertaan dalam ajang ini sukses mendongkrak nilai penjualan distronya hingga sekitar 70 persen.
“Sejak 2012, kami ikut Jakcloth dan keuntungan yang didapat dari event ini memang sangat besar. Kami berhasil menjual 5.000 hingga 10.000 produk baik kategori sale maupun premium,” katanya sumringah.
Meski menyandang nama cukup populer, D&A seolah tahu cara merayu pelanggan. Produk kategori sale dibandrol Rp 50.000 dengan kelas premium bisa mencapai Rp 250.000. Hanya untuk satu event ini saja, D&A bisa membawa pulang Rp 250 juta.
Sukses hingga Luar Negeri
Meski mengaku mendapat keuntungan besar dari ajang pameran busana tahunan yang digelar di Gelora Bung Karno, reputasi dan penghasilan Dazzle and Angel memang tak bisa dipungkiri. Bella mengaku hasil penjualan distro yang memiliki tagline `Forever Young` itu bisa mencapai Rp 25 hingga Rp 30 juta setiap bulan.
“Hasil itu hanya untuk yang di dalam negeri,” tegas Bella.
Di luar negeri, pasar penjualan Dazzle and Angel sudah meluas ke beberapa negara seperti Amerika Serikat (Hawaii), Australia dan Finlandia. Kontribusi penjualannya pun tak bisa dianggap remeh.
“Sekitar 50:50 lah perbandingan penjualan di luar dan dalam negeri,” ungkapnya. Kunci kesuksesan D&A diakui banyak dipengaruhi kuatnya inovasi dalam desain.
“Jelang Summer tahun ini kami memproduksi kaos-kaos dengan desain trippy, yang banyak dikenal orang dengan motif tie die. Motif ini digemari orang-orang Hawaii,” tutur mahasiswi jurusan entrepreneurship ini.
Terobosan rancangan produk terbaru setiap empat bulan dari D&A bahkan membuat penasaran konsumen. “Jangankan mereka yang di luar, kami yang ada di dalam tim saja sering penasaran, wah desain kayak apa lagi ya yang bakal dibuat,” ucapnya.
Urusan desain, D&A sengaja memiliki tim khusus. Meski tak jarang mereka juga menerima rancangan dari pihak luar.
Setelah desain, Bella yakin bahwa kerja tim D&A memang layak untuk meraih sukses. Berawakan sekitar 20 anak muda, D&A bekerja dengan semangat inovatif, dan tak hanya berorientasi pada keuntungan.
“Misalnya kalau rapat itu, kita nggak pernah membuat suasana formal, kayak family aja, jadi kalau ada yang punya ide benar-benar bisa keluar,” kata Bella.

NO COMMENTS

Comments are closed.