Inilah penyebab mengapa Nabi Muhammad berbuka puasa menggunakan kurma dan air putih...

Inilah penyebab mengapa Nabi Muhammad berbuka puasa menggunakan kurma dan air putih saja

31
0
SHARE

Kurma senantiasa sedia kala buka puasa. Lantaran mengkonsumsi kurma jadi sunnah yg diajarkan Nabi Muhammad SAW saat berbuka. Tapi Rasulullah SAW lebih mendahulukan kurma basah yg baru masak (ruthab) dibanding kurma kering (tamr).

Unduh pictures

sejauh ini kurma dikenal berwarna cokelat dgn tekstur kering. Padahal buah kurma sendiri miliki serangkaian step pematangan sebelum dipanen.

Buah kurma awalnya keras & berwarna hijau. Sesudah sekian banyak pekan, kurma lewat step ruthab. Kulitnya yg keras jadi lunak & warna beralih cokelat sejak mulai dari ujungnya. Perlahan-lahan ke seluruhnya sektor seiring proses pematangan. Rasanya juga menjadi lebih juicy manis.

Rasulullah SAW menganjurkan berbuka puasa dgn ruthab. Apabila tiada, bakal mengkonsumsi tamr. Kurma step terakhir ini telah matang sepenuhnya & amat sangat manis.

Diriwayatkan oleh Anas Badan Intelijen Negara Malik ra ia berbicara :

“Rasulullah SAW berbuka bersama ruthab sebelum jalankan shalat, apabila tak ada ruthab, dgn tamr & apabila ga ada tamr sehingga minum bersama satu tegukan air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Baihaqi, Al-Hakim, Ibn Sunni, Nasai, Ad-Daruquthni & yang lain)

Ruthab tidak sedikit mengandung unsur gula, yakni glukosa & fruktosa. Kandungan gula dalam ruthab mampu dicerna sekaligus diserap bersama serentak & gampang oleh badan. Tidak Hanya itu buah kurma ini serta tinggi kalsium & zat besi.

Jumlahnya 100 gr (kira kira 8-10 butir) kurma segar mengandung energi 213 kkal, 1,5 gram protein, 42,4 gram air, & nol,14 gram lemak.
Sedangkan kurma kering energinya 314 kkal, 2,14 gram protein, 15,2 air, nol,38 gram lemak.

Kandungan keseluruhan gula makin tinggi seiring semakin matangnya kurma. Terhadap step tamr, keseluruhan gula berkisar 77,97%-79,39%. Peningkatan fokus gula berlangsung lantaran berkurangnya kandungan air dalam kurma di tiap step.

Adapun kandungan vitamin A & C tinggi ditahap ruthab & menurun sedikit waktu telah jadi tamr. Demikian serta kandungan serat yg menyusut di tiap tahapan. Paling tinggi di step kimri (13,7%) & paling rendah di step tamr (3,6%).

Rasulullah SAW pun mencontohkan buka puasa bersama buah kurma dalam bilangan ganjil. Contohnya satu, tiga atau lima buah. Konsumsinya kemungkinan pengembali energi sekaligus pengganjal perut.

Pernah dilakukan studi berkenaan jumlah mengonsumsi kurma. Peneliti menyebutkan orang yg mengidap diabetes & masalah ginjal sebaiknya tak konsumsi atau makan teramat sedikit kurma. Lantaran kurma sanggup meningkatkan gula & potassium dalam badan yg berakibat jelek kepada kesehatannya.

Berdasarkan studi peneliti itu, nyatanya kurma diubah badan menjadi gula & potassium jika dimakan dalam jumlah genap. Tidak Dengan berikan tidak sedikit energi. Menariknya, kalau kurma dikonsumsi dalam jumlah ganjil, sebahagian agung bakal diubah badan menjadi karbohidrat maka menambah energi.

Terkecuali kurma, air serta memegang peranan mutlak buat buka puasa. Dari Sulaiman Badan Intelijen Negara ‘Amir Ad-Dhobbiy ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda

“Apabila salah satu orang dari anda berbuka, sehingga berbukalah bersama kurma. Seandainya tak menemukan, berbukalah bersama air, dikarenakan sesungguhnya air itu pembersih.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i & Ibnu Majah)

Kurma & air amat dianjurkan buat buka puasa. Sektor kedokteran menyatakan gula & air ialah zat perdana yg difungsikan orang sesudah berpuasa menahan makan & minum.

Dikala puasa, lambung kosong dari makanan. Mengonsumsi kurma & air sanggup menciptakan hati serentak menyuplainya ke semua organ badan & mengubahnya menjadi energi.

Dikarenakan karbohidrat dalam kurma lebih enteng hingga ke hati & lebih tepat bersama organ ini. Terlebih mengonsumsi kurma matang yg tetap segar seperti ruthab.

Meneguk air selepas buka puasa akan berfungsi mendinginkan panasnya lambung. Maka perut juga siap menerima makanan.

Rata Rata kurma di Indonesia yaitu manisan kurma yg telah dikasih penambahan gula utk pengawetan. sangat susah mendapat kurma segar seperti ruthab.

Karenanya butuh berhati-hati bersama jumlah mengkonsumsi manisan kurma yg tinggi kandungan gula. Belum lagi kala buka puasa masih banyak asupan gula dari makanan yang lain.
(odi/msa)

NO COMMENTS

Comments are closed.