INILAH IDENTITAS GADIS PENENUN DI UANG RP5.000

INILAH IDENTITAS GADIS PENENUN DI UANG RP5.000

9
0
SHARE

Saat berumur 17 tahun, Natasha Annestessya  biasa disapa Ceci, adalah gadis yang menjadi model pengrajin tenun Pandai Sikek. Gambar seorang gadis sedang menenun yang kerap dilihat dalam uang pecahan Rp 5.000. Kini, Ceci menetap California, Amerika Serikat  dan sudah tak lagi meminta uang ke ibunya untuk membayar kuliah. Menurut ibunya, Anna Tuturaima, saat Ceci berumur 17 tahun dirinya mengikuti pemotretan dengan alat penenun Pandai Sikek, alat tenun Sumatera Barat yang dilaksanakan oleh Perusahaan Umum Percatakan Uang RI (Peruri).
 
Ketika itu, Ceci adalah mahasiswi semester tiga  Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI). Dari 80 kontestan yang mengikuti pemotretan, Ceci kemudian lolos dan menjadi model penenun di uang lima ribu tersebut. “Sambil pemotretan juga di tanya-tanya. Ceci yang kemudian dianggap paling pantas disandingkan dengan Teuku Imam Bonjol,”. Di tengah kesibukannya sebagai pensiunan pemandu wisata anjungan Sumatera Barat, Anna dengan santai menceritakan kisah anak pertamanya ini.
Menurut ceritanya, Ceci yang saat ini berumur 31 tahun adalah anak yang patuh dengan orang tua.
Selama 4 tahun menjalani kuliah, Ceci menanggung sebagian besar uang kuliahnya dari beasiswa yang didapat. “Dulu ibu paling bayar 400 ribu untuk bayaran kuliahnya, sisanya dia yang bayar. Ceci enggak pernah nyusahin saya. Dia tahu, dulu saya hanya pegawai negeri kecil. Bahkan sampai menikah Ceci enggak pernah nyusahin,” ucap Anna.
Saat Ceci bekerja di salah satu perusahaan swasta Jakarta, Ceci tak pernah absen menelpon ibunya menanyakan apa yang ibunya masak. “Mami masak apa? Ceci kangen sambel mami,” cerita Anna yang menahan air mata di pelupuk matanya.Anna mengaku merindukan Ceci, namun melihat Ceci bahagia itu sudah membuat Anna bahagia. Anna tak pernah menunjukkan kesedihannya di depan Ceci, namun diakui, dirinya kerap menangis usai berbincang melalui telepon selulernya.
Sejak 7 tahun yang lalu, saat berumur 25 tahun Ceci yang menikah dengan David yang keturunan Amerika dan tak pernah kembali ke Indonesia. “Ceci enggak pernah bisa ke Indonesia karena terlalu pintarnya, ukuran otaknya lebih besar dibanding otak orang biasa. Jadi, Ceci enggak bisa naik pesawat lebih dari 5 jam. Tahun depan kata dokter sudah bisa kesini. Doakan saja ya,” ucap Anna dengan senyuman kecilnya.

Anna kembali bercerita, putrinya, Ceci adalah anak yang pintar saat SMA, peraih terbaik TOEFL se-SMA dengan skot 600 dan pernah menjadi karyawan terbaik di Amerika. “Ceci enggak pernah cerita kalau menang apa, lolos apa, dia enggak mau cerita. Dia bilang, itu biasa saja enggak usah di cerita-ceritain,” ucap Anna. Anna yang sudah menjadi pemandu di anjungan Sumatra Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) selama 38 tahun ini berharap agar anaknya sehat dan rumah tangganya rukun. “Kalau minta anak itu kan di tangan Tuhan ibu enggak minta apa-apa. Asal Ceci baik-baik aja di sana,” harap Anna.

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.