Inilah Batu Akik Super Terbaik Terhandal dan Terlainnya

Inilah Batu Akik Super Terbaik Terhandal dan Terlainnya

21
0
SHARE

Salah satu batu akik yang juga tengah banyak diburu untuk koleksi adalah batu berjad api atau fire opal Wonogiri, Jawa Tengah. Batu itu dihasilkan dari kaki Gunung Muser di Kecamatan Kismantoro. “Dulunya masyarakat sekitar menyebutnya sebagai batu pecah seribu atau batu retak. Jika digosok, retakan itu terlihat seperti pola api di balik batu yang jernih,” ujar Jasmani, perajin batu akik setempat.
Menurut Jasmani, batu fire opal cukup langka. Bahan fire opal juga mahal. Sekeping batu seukuran bungkus rokok, misalnya, harganya bisa Rp 1 juta. Jika sudah jadi akik, menurut Jasmani, harganya sangat bervariatif, tergantung warna dan tingkat kejernihannya. “Paling murah Rp 500 ribu, untuk berjad api warna kuning. Sedangkan yang merah menyala bisa sampai Rp 2 juta.”
Selain dari Bacan, Garut, dan Wonogiri, batu akik yang juga tengah menjadi perhatian adalah yang berasal dari Sungai Dareh, aliran Sungai Batang Hari, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat–250 kilometer dari Padang. “Batu lumut Sungai Dareh saya jual Rp 8 juta,” kata Jumroni, 35 tahun, penjual batu akik dari Kabupaten Dharmasraya. Ia menunjukkan batu 2×1 sentimeter berwarna hijau lumut.
Orang setempat menyebut batu itu lumuik Sungai Dareh. Batu hijau itu terlihat bening. Di dalam batu terdapat serat seperti lumut di sungai. Menurut Jumroni, batu yang mahal itu memiliki motif lumut yang bagus. Misalnya rangkaian lumut berbentuk wayang. Jumroni juga menjual batu dalam bentuk bongkahan seperti batu-batu di sungai. Bongkahan batu dengan berat 4 kilogram dijual Jumroni Rp 35 juta. Sebab, batu itu tembus cahaya. “Sudah ada yang nawar Rp 30 juta. Tapi tidak saya jual,” katanya.
Irsyad, 51 tahun, salah seorang kolektor batu di Dharmasraya, mengatakan batu lumut Sungai Dareh kualitas atas ada dua jenis: pucuk pisang dan kumbang jati. Harga kedua jenis itu termasuk mahal. Satu cincin batu kualitas super harganya Rp 12 juta. “Pucuk pisang itu lebih bening. Adapun kumbang jati lumutnya terlihat banyak di dalam batu itu,” kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dharmasaraya ini.
Pemerhati batu yang juga dosen seni rupa Universitas Negeri Padang, Syafwandi, mengatakan batu lumut Sungai Dareh terkenal karena kejernihannya. Batu itu memiliki kilatan yang sempurna. “Batu lumut yang bagus itu seperti ada minyak di atasnya. Berkilat-kilat. Padahal ketika disentuh tak ada minyaknya,” ujarnya.

Sent from my iPhone

NO COMMENTS

Comments are closed.