Beginilah kondisi evakuasi tragedi hercules

Beginilah kondisi evakuasi tragedi hercules

50
0
SHARE

Tengah Malam ini, proses evakuasi korban pesawat Hercules yg jatuh di Medan, Sumatera Utara, tetap dilakukan. Tim evakuasi gabungan memanfaatkan satu media berat & lampu.

Kurang Lebih pukul 21.15 WIB, Selasa (30/6/2015), sarana berat konsisten membongkar reruntuhan ruko & puing pesawat Hercules. Di sektor lain, banyaknya personel SAR, TNI, polisi, bahu membahu mencari korban. Utk menghindari dampak debu, mereka memakai masker.

Puluhan ambulans disiagakan terhadap jarak 100 m dari tempat evakuasi. Tim medis menunggu kalau sewaktu-waktu ada korban ditemukan.

Ruangan evakuasi menjadi pusat perhatian. Beberapa Ratus penduduk berkerumun di dekat hotel Beraspati yg berjarak kurang lebih 200 m dari titik evakuasi. Mereka dibarikade polisi biar tak mendekat ke ruang. Jalan Jamin Ginting yg menghubungkan Karo & Medan, terhenti. Sekian Banyak gang di kira kira jalan protokol itu pula mandek.

Sampai waktu ini, 67 jenazah korban ditemukan. Jenazah tersebut telah dievakuasi ke RSUP Adam Malik Medan yg berjarak lebih kurang 2 kilometer dari ruangan kejadian

Lima orang satu keluarga ikut jadi korban jatuhnya pesawat Hercules. Mereka di antaranya pendeta Sahat Sinaga (50) dengan isterinya pendeta Purba (50) & puterinya Irene Sinaga (17). diluar itu, 2 keponakan Sinaga Like Simbolon (15) & Agus Salim Sitio (24).

Terhadap detikcom, Maringan Sitio (62) ipar dari Sahat yg pun ortu kandung Agus Salim Sitio memaparkan, Sahat keluarga pula 2 keponakan bakal bertolak ke Natuna. Selagi ini, Sahat kerja yang merupakan pendeta di pulau tersebut.

“Iparku itu pendeta di sana. Beliau telah puluhan th tinggal di Natuna,” papar Maringan, Selasa (30/6/2015).

Seminggu dulu, menurut Sitio, Sahat datang ke Pematangsiantar dengan isteri & puteri semata wayangnya pulang kampung sekalian berlibur. Selasa pagi mereka bertolak dari Pematangsiantar menuju Medan & menggandeng Agus Salim pun Like Simbolon.

Ditambahkan Sitio, Sahat lahir & agung di Pematangsiantar. Ke-2 orang tuanya sudah lama wafat & di Jalan Perwira, Kelurahan Siopat Suhu. Rumah itulah yg saat ini dihuni Sitio.

“Rumah yg kami tempati ini rumah mertuaku. Menjadi iparku bertolak dari sini ke Medan,” terang Sitio.

Sitio pula mengaku, Agus Salim anaknya nomer 4. Sejak 1 thn, Agus kerja di Pekanbaru, Riau.

“Ia diajak iparku kerja ke Natuna. Menjadi semalam beliau datang dari Pekanbaru & mereka ketemuannya di Medan,” urai Maringan Sitio

Rencananya, semua 4 korban dapat disemayamkan di Pematangsiantar. Sementara korban Like Simbolon dapat dipindah ke Pangururan, Samosir.

Tengah Malam ini, proses evakuasi korban pesawat Hercules yg jatuh di Medan, Sumatera Utara, tetap dilakukan. Tim evakuasi gabungan memanfaatkan satu media berat & lampu.

Kurang Lebih pukul 21.15 WIB, Selasa (30/6/2015), fasilitas berat tetap membongkar reruntuhan ruko & puing pesawat Hercules. Di sektor lain, jumlahnya personel SAR, TNI, polisi, bahu membahu mencari korban. Utk menghindari resiko debu, mereka memanfaatkan masker.

Puluhan ambulans disiagakan kepada jarak 100 m dari ruang evakuasi. Tim medis menunggu jikalau sewaktu-waktu ada korban ditemukan.

Tempat evakuasi menjadi pusat perhatian. Beberapa Ratus penduduk berkerumun di dekat hotel Beraspati yg berjarak kurang lebih 200 m dari titik evakuasi. Mereka dibarikade polisi supaya tak mendekat ke area. Jalan Jamin Ginting yg menghubungkan Karo & Medan, tertunda. Sekian Banyak gang di kurang lebih jalan protokol itu pula tertunda.

Sampai waktu ini, 67 jenazah korban ditemukan. Jenazah tersebut telah dievakuasi ke RSUP Adam Malik Medan yg berjarak kira kira 2 kilometer dari ruangan kejadian

NO COMMENTS

Comments are closed.