Unik Banget, Gedung Parkir Tua Disulap Jadi Apartemen Mewah

Unik Banget, Gedung Parkir Tua Disulap Jadi Apartemen Mewah

9
0
SHARE

Unik Banget, Gedung Parkir Tua Disulap Jadi Apartemen Mewah

Di Manhattan, Amerika Serikat, saat lahannya sudah sangat mahal, membangun konstruksi baru untuk perumahan bukanlah pilihan bijak. Jadi ketika sebuah garasi parkir bertajuk Greenwich Village tersedia untuk dibangun ulang, pengembang DHA Capital dan Continental Properties mengambil kesempatan tersebut.

Pengembang ini pun menugaskan perusahaan arsitektur dan desain CetraRuddy untuk mengubah bangunan tersebut menjadi gedung apartemen mewah.

Bangunan ini mencakup delapan rumah, terdiri atas unit sebesar satu setengah lantai, unit empat lantai, dua unit dengan dua rangkap dan satu unit dengan tiga rangkap.

Uniknya, meskipun bekas lahan parkir, bangunan tersebut merupakan pertama di Manhattan yang memiliki sistem parkir otomatis. Sistem ini memungkinkan penghuni untuk mendapatkan kendaraan mereka melalui ponsel pintar dalam waktu satu menit saja.

elledecor pada ruang keluarga apartemen dengan luas 4.800 kaki meter, desainer dari CetraRuddy, Nancy Ruddy mendesainnya dengan gaya apartemen tua yang dimoderenisasi.

Sementara itu, pada ruang keluarga apartemen dengan luas 445 meter persegi, desainer dari CetraRuddy, Nancy Ruddy merancangnya dengan gaya apartemen tua yang dimoderenisasi.

Apartemen yang dibanderol 12,25 juta dollar AS (Rp 161,2 miliar) ini, memiliki area makan yang tidak terlalu besa, dan ruang keluarga, dipisahkan dengan pintu geser kaca. Sehingga, meski menjaga privasi dapur, pintu geser ini menciptakan kesan lebih terbuka dan luas.

“Menurut saya, orang-orang senang saling terhubung,” ujar Ruddy.

Sementara pada dapurnya, Ruddy menempatkan custom cabinet berwarna cokelat kacang. Kabinet yang memiliki kaca dengan aksen nikel ini dibuat di Italia. Sedangkan countertops berasal dari Concordia.

Di dapur ini juga terdapat kompor Ilve dan sebuah kulkas botol anggur yang mampu menampung 200 botol.

Ada pun untuk ruang kamar tidur utama, Rudy sempat kesulitan dalam menatanya.

“Salah satu tantangan dalam mengerjakan bangunan yang sudah ada adalah tiang-tiangnya. Kami menemukan tiang-tiang di tempat yang seharusnya mereka tidak ada,” ujar Ruddy.

Untuk menyiasatinya, Ruddy menambahkan tiang-tiang baru dalam upaya menciptakan suasana yang simetris.

Di kamar mandi utama, Ruddy menempatkan bak waterworks besar. Di balik pintu kaca semi transparan, Ruddy meletakkan toilet dan pancuran.

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.