Pengendara Moge yg Menyamar Menjadi Polisi Diketahui sebab Tidak Beri Hormat

Pengendara Moge yg Menyamar Menjadi Polisi Diketahui sebab Tidak Beri Hormat

12
0
SHARE

Pengendara Moge yg Menyamar Menjadi Polisi Diketahui sebab Tidak Beri Hormat

Satu Orang pengendara motor akbar yg bergaya bak polisi, ditilang di Unit Lalulintas Wilayah Jakarta Barat lantaran menerobos busway di Jl Panjang. Tetapi hasilnya penyamaran polisi gadungan ini terbongkar lantaran tak memberikan hormat diwaktu ditilang.

“Kalau anggota benar, demikian ditilang dirinya bakal turun dari kendaraannya & memberikan salam hormat. ‘Siap salah ndan’. Kan umumnya demikian, terlebih apabila beliau tahu yg menyetop itu miliki pangkat lebih tinggi darinya. Lah ini malah nangkring di atas motor aja,” terang Kasat Lantas Wilayah Jakarta Barat AKBP Ipung Purnomo pada detikcom, Jumat (29/5/2015).

Kepada dikala ditilang, pemoge ini mengaku yang merupakan anggota Paminal Mabes Polri. Menyaksikan kecurigaan ini,‎ Ipung yg memimpin Operasi Tunduk Jaya di tempat kemmudian meminta ‘polisi’ itu utk terhubung helm.

“Pas di buka, aku telah feeling ini bukan anggota & nyata-nyatanya benar-benar bukan. Dirinya hanya ngaku-ngaku anggota polisi,” tambahnya.

Ipung juga serentak periksa surat-surat kendaraan moge Honda XP 1300 CC tersebut pula SIM pengemudi moge. Laki Laki bernama Roki Herdarmel (37) ini cepat digelandang ke Polres Jakarta Barat.

“Provos sedang memahami motif ia menggunakan atribut polisi, sekaligus kelak kita teliti surat-surat kendaraannya,” tuntasnya

Jakarta – Pihak kepolisian tengah mengusut motif Rocky Herdarmel (37) sebab menggunakan atribut polisi waktu disetop sebab menerobos busway. Rocky dijamin dijerat pidana sebab menyalahgunakan atribut polisi.

“Tentu dapat diusut, itu telah menyalahgunakan atribut polisi. Tak boleh masyarakat sipil mengenakan atribut polisi, untuk gaya-gayaan,” kata ‎Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muhammad Iqbal terhadap jurnalis di ruangannya, Jumat (29/5/2015).

terkecuali itu, lanjut Iqbal, polisi pula dapat menentukan legalitas moge Honda XP 1.300 CC yg dikendari Rocky. ‎Bila dalam sensor Rocky tak dapat menunjukkan surat-suratnya, polisi pula dapat bertindak.

“Pertama, kendaraan itu mesti ada legalitasnya ialah STNK. Bila kendaraannya baru & belum ada STNK, mesti diregistrasikan lalu & mesti ada faktur pembeliannya. Bila faktur pembelian tak ada, layak diduga hasil kriminil, mampu menjadi selundupan atau curian,” katanya.

“Kalau nyatanya itu selundupan atau hasil curian, kelak ditindaklanjuti oleh reserse,” tambahnya.

Rocky disetop anggota Satlantas Wilayah Jakarta Barat sebab menerobos busway di Jl Panjang, Kebon Jeruk. ‎Sesudah diperiksa, Rocky nyata-nyatanya tak mempunyai STNK atas motor tersebut.

Cowok yg berpakaian ala polisi & mendandani motornya bak Brigade Mobile (BM), nyatanya masyarakat sipil. Beliau mengaku bergaya bak polisi untuk gaya-gayaan.

Jakarta – Rocky Herdarmel (37) jalankan tidak sedikit pelanggaran sesudah disetop sebab menerobos busway di Jl Panjang, Kebonjeruk, Jakarta Barat. Tidak Hanya melanggar rambu & menyalahgunakan atribut polisi, penduduk Kelapa Gading, Jakarta Utara ini pula mengendarai motor agung Honda XP 1300 CC yg tak di lengkapi STNK (Surat Tanda Nomer Kendaraan).

“Setelah kita mengecek, nyatanya STNK-nya ga ada. Ini sekarang ini kita bawa ke Polres Jakarta Utara ingin diperiksa sama Provost dahulu,” kata Kasat Lantas Wilayah Jakarta Barat AKBP Ipung Purnomo pada detikcom, Jumat (29/5/2015).

Sementara Roki diperiksa Provost sebab menyalahgunakan atribut polisi, Satlantas Wilayah Jakarta Barat laksanakan sensor kepada moge yg dikemudikan Roki.

“Tentunya kita bakal teliti nomer mesin & No. rangkanya, apakah telah tertulis di Samsat atau tak,” kata Ipung.

Jikalau nyatanya moge tersebut belum tertulis, Ipung menentukan bakal mengandangkan motor tersebut.

“Itu bukan motor Lembaga resmi Polri. Jika kita tak gunakan Honda XP 1300 CC,” tambahnya.

Jakarta – Rocky Hendramen (36) diamankan. Memanfaatkan motor Honda ST1300 dgn nopol 1779-15, beliau diperiksa pihak kepolisian. Lelaki yg sehari-hari jadi karyawan swasta itu mengaku buru-buru mau ke Mabes Polri.

“Dia mengaku mau ke Mabes Polri dgn motor yg teramat serupa lantas. Namun ketika diminta KTA beliau tak dapat menunjukkan,” jelas Kasat Lantas Jakarta Barat, AKBP Ipung Purnomo, Jumat (29/5/2015).

Ipung meneruskan, pihaknya hingga disaat ini tetap memahami kasus tersebut. Modus sementara, laki-laki yg mempunyai dua KTP itu bergaya seperti polisi cuma buat berlaga.

“Dia (tersangka) berbicara cuma buat gaya-gayaan saja. Namun seluruh tetap di dalami dirinya memperoleh seragam & motor darimana,” jelas Ipung.

Penangkapan pada polisi gadungan dilakukan dijalan Panjang, Jakarta Barat. Diwaktu itu, Ipung merasa curiga sebab tak sempat menyaksikan tersangka.

“Saya curiga saja ketika dirinya melintas,” tutup Ipung. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

NO COMMENTS

Comments are closed.