Inilah 9 Pedang Milik Rasulullah SAW Yang Melegenda

Inilah 9 Pedang Milik Rasulullah SAW Yang Melegenda

25
0
SHARE

Rasulullah SAW adalah seorang jenderal perang yang juga turut turun ke medan laga. Banyak sekali luka yang diderita beliau karena keberaniannya ini.

Saat turun ke medan laga, beliau bersenjatakan beberapa pedang yang masing-masing memiliki nama dan sejarahnya sendiri-sendiri. Berikut adalah fakta menarik tentang pedang-pedang milik beliau yang melegenda:

1. Al-Ma’thur

Pedang yang juga dikenal dengan nama “Ma’thur al-Fijar” ini adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad sebelum ia menerima wahyu pertama di Mekah. Pedang ini beliau warisi dari ayah beliau yang bernama Abdullah. Nabi Muhammad berhijrah dari Mekah ke Madinah dengan ditemani pedang ini, dan pedang tetap menjadi milik beliau sampai kemudian diberikan bersama dengan peralatan perang lainnya kepada Ali b. Abi Thalib RA.

Pedang AL-Mathur
Pedang AL-Mathur [imagesource]

Mata pedang Al-Mathur berukuran 99 cm. Pegangannya bersepuh emas dalam bentuk dua ular, dan bertatahkan zamrud dan pirus. Di dekat pegangan adalah tulisan: ‘Abdallah b. ‘Abd al-Muththalib’ (nama ayah beliau). Saat ini pedang Al-Ma’thur bertempat di Museum Topkapi, Istanbul.

2. Al-Battar

Pedang ini diambil oleh nabi Muhammad sebagai rampasan perang dari Banu Qaynaqa. Pedang ini sangat terkenal dan disebut sebagai “Pedang Para Nabi” dan tulisan dalam bahasa Arab dengan nama Daud, Salomo, Musa, Harun, Yosua, Zakharia, Yohanes, Yesus, dan Muhammad.

Pedang Al-Battar
Pedang Al-Battar [imagesource]

Pedang ini juga memiliki relik gambar Raja Daud ketika memotong kepala Goliat, yang konon merupakan pemilik asli pedang ini. Al-Battar juga memiliki sebuah tulisan dalam huruf Nabataean. Ada beberapa pihak yang percaya bahwa pedang ini akan digunakan Isa (Yesus) saat mengalahkan Dajjal di masa depan nanti.

3. Dhu al-Faqar

Adalah nama pedang yang diambil sebagai rampasan perang oleh Nabi Muhammad di Perang Badar. Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad memberi pedang ini kepada Ali b. Abi Thalib RA.

Pedang Dhu al-Faqar
Pedang Dhu al-Faqar [imagesource]

Bahwa Ali kembali dari Perang Uhud berlumuran darah dari bahu sampai ke tangannya, namun masih menggenggam pedang Dhu al-Faqar. Banyak sumber meriwayatkan bahwa pedang yang memiliki dua mata pedang ini tetap menjadi milik Ali b. Abi Thalib RA dan keluarganya.

4. Hatf

Hatf adalah pedang nabi Muhammad sebagai rampasan dari Banu Qaynaqa. Diceritakan bahwa nabi Daud mengambil pedang “al-Battar” dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkannya, saat beliau berusia kurang dari 20 tahun. Tuhan memberi nabi Daud kemampuan untuk mengolah besi, seperti membuat baju besi, senjata dan alat perang, dan nabi Daud sendiri yang membuat pedang.

Pedang Hatf
Pedang Hatf [imagesource]

Menyikapi hal tersebut kemudian pedang Hatf muncul, menyerupai al-Battar tetapi lebih besar dari itu. Panjang dari mata pedang ini adalah 112 cm dan memiliki lebar 8 cm. Beliau menggunakan pedang ini, kemudian diwariskan turun temurun ke suku Lewi yang terus menggunakan senjata milik bani Israel ini sampai jatuh ke tangan Nabi Muhammad SAW. Saat ini pedang ini disimpan di museum Topkapi.

5. Al-Mikhdam

Menurut riwayat, Pedang ini telah diberikan Nabi Muhammad SAW kepada Ali b. Abi Thalib RA, kemudian ia wariskan untuk anak-anaknya. Beberapa riwayat melaporkan bahwa pedang itu diambil sebagai rampasan oleh Ali b. Abi Thalib saat ia memimpin serangan di Suriah.

Pedang Al-Mikhdam
Pedang Al-Mikhdam [imagesource]

Pedang tersebut saat ini berada di Museum Topkpoki, Istanbul. Mata pedang panjangnya 97 cm dan bertuliskan nama Zayn al-Din al-Abidin.

6. Al-Rasub

Al-Rasub adalah pedang wasiat keluarga Nabi Muhammad SAW yang disimpan oleh keluarganya seperti halnya Tabut disimpan oleh bangsa Israel.

Pedang Al-Rasub
Pedang Al-Rasub [imagesource]

Panjang mata pedangnya berukuran 140 cm. Memiliki lingkaran emas yang bertuliskan nama “Ja’far al-Sadiq.” Pedang ini kini disimpan di museum Topkapi, Istanbul.

7. Al-‘Adb

Al-‘Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim kepada nabi Muhammad SAW oleh salah satu sahabatnya sebelum Perang Badar.

Pedang Al-Adb
Pedang Al-Adb [imagesource]

Beliau menggunakan pedang ini pada Perang Uhud dan oleh para pengikutnya digunakan untuk menunjukkan kesetiaan mereka kepada beliau. Pedang ini kini berada di masjid Husain Kairo, Mesir.

8. Al-Qadib

Al-Qadib adalah pedang berbilah tipis yang konon menyerupai sebuah tongkat. Pedang ini biasanya digunakan untuk menemani perjalanan tetapi tidak digunakan untuk pertempuran. Pada sisi pedang yang terbuat dari perak terdapat tulisan: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah-Muhammad b. Abdallah b. Abd al-Muththalib”.

Pedang Al-Qadib
Pedang Al-Qadib [imagesource]

Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini pernah digunakan dalam pertempuran apapun. Pedang ini tersimpan di rumah Nabi Muhammad dan kemudian dimiliki oleh khalifah Fatimiyah. Panjang mata pedangnya edang adalah 100 cm dan memiliki sarung dari kulit hewan dicelup. Saat ini pedang Al-Qadib tersimpan di Museum Topkapi, Istanbul.

9. Qal-i

Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay” Nama ini mungkin berhubungan dengan sebuah tempat di Syria atau tempat di India dekat Cina. Beberapa orang menyatakan bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang ditambang dari beberapa lokasi yang berbeda. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang yang nabi Muhammad peroleh sebagai rampasan dari Banu Qaynaqa. Diriwayatkan juga bahwa kakek Nabi Muhammad menemukan pedang Qal’i ketika ia menemukan Sumur Zamzam di Mekah.

Pedang Qal-i
Pedang Qal-i [imagesource]

Saat ini pedang Qal’i tersimpan di Museum Topkapi, Istanbul. Pedang ini berukuran sekitar 100 cm. Ada tulisan dalam bahasa Arab pada bagian batang di atas pegangannya: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Muhammad nabi, rasul Allah.” Pisau pedang ini berbeda dengan pedang lain karena desainnya yang unik. Itulah 9 pedang wasiat milik Rasulallah SAW yang turut menghiasi sejarah perjalanan Islam. Merupakan lambang kebesaran beliau serta saksi bisu peperangan yang dialami beliau. Semoga kelak kaum muslim dapat mewarisi sedikit keberanian, kesungguhan, dan kekuatan beliau. Amin.

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.