Ini Dia Profesi yang Sudah Punah dari Muka Bumi

Ini Dia Profesi yang Sudah Punah dari Muka Bumi

38
0
SHARE

Ini Dia Profesi yang Sudah Punah dari Muka Bumi

Perkembangan zaman membuat banyak hal-hal yang lazim pada masa lalu jadi dianggap aneh, terbelakang, lantas ditinggalkan. Tidak hanya menyangkut kebiasaan- kebiasaan. Banyak pekerjaan yang juga terlindas zaman.
Barangkali bagi orang-orang yang hidup pada masa itu, tak pernah membayangkan betapa puluhan tahun kemudian profesi yang mereka anggap lazim akan punah dari muka bumi. Inilah beberapa di antaranya.
1. The Knocker
Kita yang hidup di era digital, pasti akan tertawa. The knocker atau Sang Pengetuk. Bagaimana mungkin ada profesi seperti ini?
Para pengetuk berfungsi seperti alarm. Mereka disewa, dibayar harian, mingguan, atau bulanan, untuk membangunkan orang-orang. Biasanya, tiap satu orang knocker bekerja untuk membangunkan warga yang berada dalam kisaran satu blok.
Cara kerjanya juga unik. Knocker bermodalkan tongkat kayu (atau rotan) panjang. Tidak sedikit yang menggunakan sumpit. Ketukan dilakukan pada kaca jendela rumah warga yang membayar jasa mereka.
Seiring makin canggihnya chronometer (jam) yang memiliki aplikasi alarm, keberadaan para knocker tidak dibutuhkan lagi.
2. Pendengar Kedatangan Pesawat Musuh
Pekerjaan yang lazim pada masa Perang Dunia Pertama. Waktu itu, radar belum secanggih sekarang. Bermodalkan corong raksasa yang ditempelkan di telinga, para pendengar ini ditempatkan di titik-titik strategis.
Biasanya tempat terbuka, sehingga getaran yang ditimbulkan oleh gelombang suara pesawat musuh bisa tertangkap. Dengan begitu, pasukan di mana ia berpihak memiliki kesempatan selama beberapa menit untuk mempersiapkan diri.
Tentu saja, metode seperti ini sangat tidak efektif jika digunakan sekarang. Selain sudah ada radar, mesin-mesin yang semakin canggih juga membuat pesawat-pesawat tempur dapat melaju jauh lebih cepat.
3. Powder Monkey
Secara harfiah, nama profesi ini sungguh konyol. Powder Monkeyatau Monyet Bedak. Sebutan yang sangat kontradiktif dengan kenyataan yang sebenarnya, sebab Powder Monkey adalah petugas pengisi bubuk mesiu untuk meriam.
Anda barangkali sudah sering melihat aksi mereka dalam berbagai film petualangan bikinan Hollywood. Salah satunya dalam serialPirates of Carribean.
Sebagaimana halnya pendengar pesawat musuh, di era kecanggihan perangkat militer sekarang, profesi ini tidak lagi dibutuhkan. Meriam tidak lagi dioperasikan secara manual. Pekerjaan Powder Monkey sudah digantikan oleh mesin.
4. Penghibur Buruh
Barangkali inilah profesi paling asing bagi Anda. Percaya atau tidak, namun memang kenyataannya demikian. Pada periode 1800an hingga awal 1990, para pemilik pabrik mempekerjakan sejumlah tukang cerita.
Mereka duduk di satu panggung yang diberdirikan di tengah-tengah ruangan dan membacakan cerita tatkala para buruh sedang bekerja. Biasanya cerita-cerita yang dikisahkan adalah cerita bertendensi humor yang diselipkan dengan adegan cabul.
Tujuannya semata-mata untuk mengusir kejenuhan para buruh yang bekerja rata-rata 10 jam per hari. Waktu kerja sang penghibur ini disesuaikan dengan waktu kerja buruh.
Profesi ini punah setelah ditemukan metode untuk menyambungkan perangkat pemutar musik dengan pengeras suara. Belakangan, musik di pabrik, kecuali pabrik yang memproduksi produk- produk tertentu, juga dihentikan.
5. Pin Setter
Profesi unik ini punah, sekali lagi, karena perkembangan teknologi.Pin setter atau penyusun pin untuk olahraga bowling.
Pada waktu itu, pin yang berserak setelah dihantam laju bola tidak dapat langsung kembali tersusun seperti sekarang. Perangkat mesinnya belum tercipta. Untuk membantu para pemain, dipekerjakanlah pin setter.
Umumnya mereka adalah anak-anak atau remaja. Saat pertandingan berlangsung, para pin setter ini duduk di tembok yang berada tepat di atas pin. Setelah pin berserak diterjang bola, mereka langsung melompat turun dan membenahi pin-pin tersebut.
Masih ada beberapa profesi lain yang juga mengalami kepunahan. Dan perkembangan teknologi belum berhenti. Profesi-profesi lain pun tinggal menunggu kepunahannya.

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.