HEBOH . . Temuan Mumi Rahib di Mongolia Itu Diyakini Masih Hidup

HEBOH . . Temuan Mumi Rahib di Mongolia Itu Diyakini Masih Hidup

12
0
SHARE

HEBOH . . Temuan Mumi Rahib di Mongolia Itu Diyakini Masih Hidup

Temuan mumi seorang biksu Buddha di Mongolia pekan lalu membuat heran banyak kalangan. Umat Buddha setempat bahkan yakin sang biksu belum meninggal. Pemuka Umat Buddha setempat mengatakan biksu yang ditemukan dalam posisi bunga teratai sedang bermeditasi dan tidak meninggal dunia. Penelitian forensik sedang dilakukan terhadap mayat biksu yang ditemukan terbungkus kulit sapi di Mongolia tengah itu. Para ilmuwan belum mengetahui bagaimana kondisi jenazah sang biksu tetap utuh, meski ada spekulasi bahwa udara dingin di Mongolia bisa saja menjadi penyebabnya.

Tetapi Dr Barry Kerzin, seorang dokter kepercayaan pemimpin spiritual Tibet Dalai Lama, mengatakan kepada Siberian Times dan dilansir BBC, bahwa sang biksu berada dalam kondisi meditasi langka yang disebut “tukdam.” “Jika seseorang yang bermeditasi bisa terus berada dalam kondisi meditasi, ia bisa menjadi Buddha,” kata Kerzin. Biksu tersebut ditemukan setelah dicuri oleh seseorang yang ingin menjual mumi itu di pasar gelap.

Polisi Mongolia telah menangkap pelaku pencurian dan biksu itu kini dijaga di Pusat Nasional Pakar Forensik.

Dipuja selamanya
Identitas biksu itu tidak jelas meski ada dugaan bahwa ia adalah guru dari lama Dashi-Dorzho Itigilov yang juga ditemukan telah menjadi mumi. Pada 1927, Itigilov dari daerah Buryatia di bekas Uni Soviet dulu, diyakini mengatakan kepada muridnya bahwa ia akan mati dan mereka harus menggali jenazahnya setelah 30 tahun.

Sang biksu kemudian duduk dalam posisi bunga teratai, bermeditasi dan meninggal dunia.
Ketika makamnya digali kembali, menurut legenda jenazahnya masih utuh.
Khawatir akan intervensi dari Soviet, pengikutnya kembali menguburkannya dan ia tetap berada di sana hingga 2002 ketika ia digali lagi dan tetap dalam kondisi semula. Sang biksu kemudian ditempatkan di sebuah kuil Buddha dan dipuja untuk selamanya.

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.