Hanya di Jepang, Sensasi Berbaring di Dalam Peti Mati ++FOTO

Hanya di Jepang, Sensasi Berbaring di Dalam Peti Mati ++FOTO

32
0
SHARE

Kematian tidak dapat dihindarkan, dan untuk sebagian besar orang kematian adalah menakutkan

Di Jepang, beberapa orang menghadapi kematian dengan cara yang tidak biasanya, yaitu berbaring di dalam peti mati. Penasihat Kehidupan Akhir Atsushi Sakabe dan Perusahaan Peti Mati WiLLiFE membuat event “Pengalaman Berada Di Dalam Peti Mati” (入棺体験 or “nyuukan taiken”). Nikkei  (trendy.nikkeibp.co.jp) melaporkan bahwa event ini diumumkan secara online dan langsung dipenuhi oleh para peserta yang sangat antusias.

Pada event ini para peserta juga menikmati bir, snack dan berbicara tentang kematian. Acara Pemakaman di Jepang selalu dipenuhi oleh minuman dan makanan, jadi event ini seperti acara pemakaman sungguhan, namun dinikmati dengan santai oleh para peserta.

Di Jepang ada ungkapan bahwa jika berbaring di peti mati maka hidupnya akan lama. Dan juga ada event sejenis untuk rumahan yang memperbolehkan orang yang masih hidup berbaring di peti mati.

“If You Want a Peaceful Death, Don’t Have Anything To Do with Medical Care: Recommendations for Dying of Natural Causes” juga membuat popularitas event ini bertambah. Dr. Jinichi Nakamura dengan foto dirinya berada di dalam peti mati menulis “The thing I recommend most for you to contemplate your own death in concrete terms is the experience of lying in a coffin”. Di Jepang proses pemakaman menggunakan peti tidak sama dengan pamakaman di Barat, di Jepang jenazah dimasukkan ke dalam peti dan tidak di kubur tapi di kremasi di dalam peti.

Berdasarkan laporan Nikkei, tidak semua peserta yang mengikuti event ini adalah orang tua (lansia) tapi Nikkei juga melaporkan bahwa peserta yang mengikuti event ini ada juga yang masih muda dan berusia sekitar dua puluh tahun. “Kedua orang tua saya umurnya sudah mendekati untuk mendapatkan perawatan” kata seorang peserta yang berusia 26 tahun, “dan saya ingin berpartisipasi dalam acara ini untuk mempelajari dan berpikir apa yang akan terjadi di kemudian hari”.

Di Jepang, karakter Kanji untuk kematian “死” (shi), merupakan sesuatu yang menakutkan, dan bahkan ada takhayul dengan nomor empat dengan karakter Kanji yang berbeda (四) tapi bisa juga dibaca (shi). Oleh karena itu beberapa gedung dan beberapa rumah sakit tidak mempunyai lantai empat. Event ini untuk memberikan pengalaman kepada peserta untuk mendapatkan ketenangan menjadi nyaman dengan kematian yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan ini.

Mohon maaf bila ada kata2 yang salah, maklum ane translate sendiri

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.