Foto-Foto Ini Perlihatkan Detail Proses Operasi Plastik di Korea Selatan

Foto-Foto Ini Perlihatkan Detail Proses Operasi Plastik di Korea Selatan

18
0
SHARE

Kamu tahu kenapa banyak orang ingin mengubah diri mereka? Ini sebabnya!

Banyak orang di Korea yang berharap dilahirkan dengan wajah dan tubuh yang bukan dirinya. Bahkan bukan hanya di Korea, banyak juga orang yang merasakan hal yang sama di seluruh dunia (mungkin termasuk kamu, kita).

Yeo, seorang fotografer Korea, mengabadikan beberapa fotonya mengenai operasi plastik di Korea Selatan dengan sangat dramatis. Pameran foto ini diselenggarakan di New York.

Berdasarkan beberapa kuisioner yang dilakukan, sebagian orang melakukan operasi plastik untuk mempersiapkan diri bergerak maju di bidang karir, mempersiapkan pernikahan, dan mendapatkan kembali kepercayaan diri yang hilang.

operasi plastik di Korea Selatan

Beberapa literatur juga menyebutkan bahwa sistem perekonomian Korea Selatan juga dipengaruhi secara luas dan mendalam oleh operasi bedah plastik ini. Korea Selatan memiliki lebih dari 2.000 ahli bedah plastik. Yang mendatangi Korea Selatan untuk melakukan bedah plastik juga bukan hanya masyarakat setempat, tapi juga China, Jepang, Taiwan, Rusia, dan Timur Tengah. Hal ini disebabkan pula oleh fasilitas mewah yang diberikan oleh rumah sakit bedah kepada para pasien.

Satu klinik memiliki 300 karyawan, 30 dokter, 12 kamar operasi, 40 pasca-operasi kamar, 70 kamar konsultasi, salon dermatologi, spa, perawatan gigi, kafe dan perpustakaan. Di balik kemewahan yang, bagaimana pun, Yeo melihat ada pertumpahan darah yang dramatis pada diri seseorang yang melakukan operasi plastik. Itulah sebabnya dia memfoto cipratan darah pada dinding di ruangan operasi.

cipratan darah di ruang operasi

Yeo sendiri sebenarnya pernah memiliki hasrat untuk melakukan operasi plastik. Ia yang dibesarkan di Gangnam menganggap isu bedah plastik sebagai sesuatu yang biasa. Dia merencanakan untuk mengubah seluruh tubuhnya, tapi ketika dia mulai konsultasi dengan banyak dokter, dia menyadari bahwa ada sesuatu yang harus dia pikirkan setelah melakukan operasi plastik.

“Selama konsultasi, saya menyadari bahwa selama ini, aku hanya memikirkan operasi plastik sebagai semacam alat sulap,” katanya. “Dari media, dan dari teman-teman saya, tidak banyak orang yang berbicara tentang bagaimana operasi plastik. “

fakta mengerikan di balik operasi plastik

Atas dasar kondisi tersebutlah maka Yeo kemudian memajang foto-fotonya di Pameran New York agar banyak orang tahu sisi baik maupun sisi buruk dari operasi plastik. Baginya, operasi plastik merupakan sebuah perjalanan, bukan hasil akhir. Jadi, dengan melihat foto-foto ini, kamu pun tengah melihat perjalanan sebuah perubahan.

perjalanan operasi plastik

Pada tahun 2008, Yeo mulai menembak serangkaian foto-foto yang disebut “Beauty Room Recovery“, yakni potret intim pasien pada masa periode pemulihan yang jarang digambarkan.  Dalam foto-foto ini, terlihat para pasien tidak menikmati masa pemulihan dan seolah-olah menunggu “kapan waktunya aku berubah”.

proses pemulihan pasien operasi plastik

Yeo kemudian mengatakan sebenarnya ada dua jenis klien operasi plastik di Korea: Mereka adalah orang-orang yang menginginkan perubahan dengan tampilan yang lebih alami (yang juga bisa sangat mahal), dan kemudian orang-orang yang lebih memilih tampilan yang artifisial yang tidak dapat dicapai tanpa operasi plastik seperti halnya mata besar, hidung besar, dan dagu yang sangat kecil.

sebagian pasien bedah plastik

Selain itu, Yeo juga memperlihatkan salah satu foto yang benar-benar membuat orang yang melihatnya jijik: limbah operasi plastik. Kamu pasti bisa bayangkan, berapa banyak limbah yang dihasilkan dari satu kali operasi saja. Apalagi jika setiap hari selalu ada pasien yang meminta beda plastik, berapa banyak sampah yang dihasilkan?

limbah bedah plastik

Foto-foto karya Yeo ini merupakan gambaran penting yang sangat menakjubkan bagi manusia. Seberapa besar kesakitan yang harus diperoleh manusia untuk menjadi apa yang dia inginkan dan seberapa besar anugerah yang diberikan Tuhan dalam bentuk kesehatan dan kehidupan yang lebih layak, justru sering kali kita abaikan.

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.