Benahi Arah Kiblat Anda Mulai Hari Ini Pukul 16.18 WIB

Benahi Arah Kiblat Anda Mulai Hari Ini Pukul 16.18 WIB

6
0
SHARE

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tanggal 28 di bulan Mei setiap tahunnya adalah hari yang paling cocok untuk mengatur ulang arah kiblat kamu. Kenapa? alasannya karena matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah pada pukul 16.18 WIB.

Menurut Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Mukhtar Ali mengatakan bahwa :
“Seluruh bayangan benda yang berdiri tegak, pada tanggal dan jam tersebut akan mengarah tepat ke arah Ka’bah”.

Hanya 1 Menit dalam 1 Hari dalam 1 Tahun
Peristiwa ini dikenal sebagai Rashdul Qiblah, yang dimana ketentuan arah Kiblat bisa ditentukan berdasarkan bayangan benda yang terkena sinar matahari pada jam tertentu. Hal ini tentu berguna bagi umat muslim di Indonesia yang ingin membenahi arah sholat-nya.

Cara Mengetahui Arah Kiblat Dengan Bayangan

Cobalah untuk mencari lokasi yang mendapat pancaran sinar matahari yang cukup. Ingat, bayangan yang sebenar-benarnya adalah pukul 16.18 WIB, jadi kamu hanya memiliki waktu 1 menit untuk mengkalibrasi arah kiblat.

Setelah itu, coba untuk menegakan sebuah tongkat panjang ke atas permukaan tanah, perhatikan arah bayangan yang dihasilkan, arah itulah yang menjadi arah kiblat baru kamu, karena pada jam dan waktu itu matahari benar-benar sedang berada di atas Ka’bah.

Semoga dengan memperhatikan hal sekecil ini dalam sholat, sholat kita bisa jadi lebih diterima.. Aminnn

Update dari Kemenag

Jakarta (Pinmas) —- Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais-Binsyar) Mukhtar Ali menjelaskan bahwa berdasarkan data astronomi, Kamis (28/05), matahari akan melintas tepat di atas Kabah. Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB dan 17.18 WITA.

“Bayang-bayang benda yang berdiri tegak, pada tanggal dan jam tersebut akan mengarah tepat ke Ka’bah,” jelas Muhtar Ali melalui release Ditjen Bimas Islam yang diterima kontributor Pinmas, Rabu (27/05).

Menurut Mukhtar, peristiwa semacam ini sering dikenal juga dengan nama Rashdul Qiblah. Yaitu, ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat. Sehubungan itu, kaum muslimin dan pengurus takmir masjid/mushalla yang akan memverifikasi kesesuain arah kiblat, dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

Pertama, menentukan lokasi masjid, mushalla, langgar, atau rumah yang akan diluruskan arah kiblatnya. Sediakan tongkat lurus panjang 1 sampai 2 meter dan peralatan untuk memasangnya. Siapkan juga jam/arloji yang sudah dikalibrasi waktunya secara tepat dengan radio/televisi/internet;

Kedua, cari lokasi di samping atau di halaman masjid yang masih mendapatkan penyinaran matahari pada jam-jam tersebut serta memiliki permukaan tanah yang datar. Pasang tongkat secara tegak dengan bantuan pelurus berupa tali dan bandul. Persiapan jangan terlalu mendekati waktu terjadinya rashdul qiblah agar tidak terburu-buru;

Ketiga, saat rashdul qiblah berlangsung amatilah bayangan matahari yang terjadi (toleransi +/- 2 menit). Di Indonesia peristiwa rashdul qiblah terjadi pada sore hari sehingga arah bayangan menujuu ke Timur. Sedangkan bayangan yang menuju ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang tepat;

Keempat, gunakan tali, susunan tegel lantai, atau pantulan sinar matahari menggunakan cermin untuk meluruskan lokasi ini ke dalam masjid/rumah dengan menyejajarkannya terhadap arah bayangan.

Mukhtar menambahkan bahwa selain tongkat lurus, menara, sisi selatan bangunan masjid, tiang listrik, tiang bendera, atau benda lain yang tegak juga bisa digunakan untuk melihat bayangan. “Bisa juga dengan teknik lain, misalnya bandul yang digantung menggunakan tali sepanjang beberapa meter, maka bayangannya dapat kita gunakan untuk menentukan arah kiblat,” jelasnya. (mkd/mkd)

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.