Batu Akik Asal Indonesia Ini Dikejar Pasar Internasional

Batu Akik Asal Indonesia Ini Dikejar Pasar Internasional

24
0
SHARE

Peminat batu akik, ternyata tak hanya di tanah air, beberapa negara di Asia bahkan benua lain pun banyak mengincar batu mulia asal Indonesia itu. Salah satu batu mulia yang menjadi andalan ekspor adalah batu Fire Opal dan Chalcedony asal pacitan.
Batu asal Pacitan, Jawa Timur ini, menurut Agus Irawan (32) adalah batu yang paling sering menjadi komoditas ekspor dan dicari oleh masyarakat Internasional. keunggulan Batu Pacitan ini adalah kualitas pemotongannya yang dinilainya terbaik di Indonesia.
“Untuk diekspor Fire Opal sama Calchedony dari Pacitan paling bagus, menurut saya itu batu Indonesia yang paling bagus secara penilaian batu, bukan dari segi harga. Karena merupakan salah satu batu Indonesia yang kualitas pemotongannya paling baik, dan itu hanya pada Fire Opal saja yang lain tidak bisa,” katanya kepada Viva.co.id, Jumat 29 Mei 2015.
Dia menjelaskan, jika dibandingkan dengan batu Safir asal Afrika, hanya Fire Opal yang bisa menandingi kualitas pemotongannya untuk batu mulia yang ada di Indonesia. Bahkan, lanjutnya jika dibandingkan dengan batu Bacan, Fire Opal masih lebih bagus dari segi pemotongan.
“Ya itulah keunikan batu indonesia, masing-masing punya kelebihan tersendiri. Cuma yang memenuhi standar clarity cutting adalah Fire Opal, hanya masih mahal Bacan,” ujarnya.
Fire Opal atau dikenal juga dengan Barjad Api identik dengan batu asal Meksiko dan Tanzania. Bahkan negara tersebut pernah mengklaim sebagai satu-satunya negara yang menghasilkan batu Fire Opal di dunia. 
Namun belakangan, diketahui bahwa batu Fire Opal ternyata juga ditemukan di Indonesia, tepatnya di Pacitan yang bahkan kualitasnya jauh lebih bagus dibandingkan dengan Fire Opal asal Meksiko.
Untuk pemesanan, lanjut Iwan, Fire Opal adalah batu yang sering dijadikan primadona ekspor. Pasaran utamanya saat ini adalah ke Thailand, Singapura dan Taiwan. 
Pemesanan ekspor pun beragam, baik yang suda dipoles maupun yang masih bongkahan batu. “Jadi ada juga yang bongkahan tergantung permintaan pasarannya,” jelasnya.
Fire opal, lanjutnya, bisa ditemukan di gunung maupun di sungai. Untuk pasokan barang pun dia mengaku, telah bekerjasama dengan penambang di daerah pacitan jawa timur.
“Kalau untuk diekspor  Fire Opal itu harganya Rp3 juta sampai puluhan juta, pasarannya tergantung kualitas juga,” tuturnya.

NO COMMENTS

Comments are closed.