Alasan Medis Perintah Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang

Alasan Medis Perintah Makan Sebelum Lapar dan Berhenti Sebelum Kenyang

11
0
SHARE

Makan merupakan kebutuhan wajib yang dipenuhi oleh makhluk hidup. Ada pola dan tata cara yang diajarkan dari masa ke masa untuk aktivitas menambah nutrisi ini. Bagi agama Islam, Nabi Muhammad SAW mengajarkan pola  makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Pada zaman dahulu, perintah ini merupakan salah satu bentuk keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Namun ilmu pengetahuan modern membenarkan perintah Nabi Muhammad tersebut dalam kajian medis. Bahwa makan saat kondisi perut lapar memiliki bahaya untuk kesehatan, demikian halnya jika makan hingga perut terlampau kenyang. Masing-masing pola ini memiliki bahaya tersendiri dan berdampak buruk untuk kesehatan tubuh.

Bahaya makan saat perut lapar
Kebiasaan menahan lapar biasanya disebabkan keran pekerjaan yang menumpuk atau berbagai aktivitas lain yang membuat lupa untuk makan. Ini merupakan pola makan yang buruk karena berdampak tidak baik bagi kesehatan. nyatanya makan dalam kondisi perut terlampau lapar dalam jangka waktu yang lama sanggup menyebabkan masalah serius. Berikut ini bahaya yang sanggup saja timbul akibat perut terlampau lapar.

  1. Fungsi otak bakal terganggu karena tidak mendapat asupan nutrisi. Hal ini disebabkan karena tubuh bakal menggunakan cadangan glukosa yang seharusnya digunakan tubuh untuk menjalankan fungsi otak.
  2. Jika tidak makan selama delapan jam makan tubuh bakal menyerap cadangan glukagen yang tersimpan di hati untuk mengekstrak energi. Proses ini dinamakan dengan glikogenolisis yang mana mengubah glikogen menjadi glukosa.
  3. Jika menahan lapar hingga 12 jam maka tubuh akan menggunakan cadangan glukogen di dalam otot, selain itu tubuh juga menggunakan lemak yang tersimpan
  4. Tidak hanya berdampak pada fisik, menahan lapar juga akan mempengaruhi psikologi, emosional dan fungsi kognitif. Selain itu, lapar juga bakal menyebabkan seseorang merasa kelelahan, pusing, mengantuk, bahka hingga mengalami kerontokan rambut dan kulit cepat menua.
  5. Penyakit yang biasa terjangkit akibat telat makan ini adalah maag. Meski terkesan sepele, namun sakit maag yang parah sanggup membunuh penderitanya. Jika kebiasaan ini terus berlanjut, maka bakal berdampak lebih serius seperti kelemahan otot, ketidakseimbangan elektrolit, sembelit, mudah merasa dingin, perubahan tekanan darah, menurunnya sistem kekebalan tubuh, detak jantung yang tidak teratur hingga gagal ginjal.

Inilah hikmah dari perintah Rasulullah SAW agar makan sebelum lapar. Lalu bagaimana dengan perintah untuk berhenti makan sebelum kenyang?

Bahaya Tidak Berhenti Makan Sebelum Kenyang
Nabi Muhammad juga memerintahkan umatnya untuk berhenti makan sebelum terlampau kenyang. Nabi membolehkan umatnya makan dengan kenyang, namun tidak berlebihan sehingga membuat perutnya terlampau penuh. Berikut ini kajian medis jika perut dalam kondisi terlampau kenyang.

  1. Terjadi hambatan pencernaan akibat perut terlampau penuh. Idealnya  perut sebaiknya terdiri tiga bagian 1/3 bagian makanan, 1/3 air dan yang penting juga 1/3 udara. Jika makanan dalam lambung terlampau penuh, maka enzim tidak dapat mencerna makanan secara sempurna.  Makanan yang tidak tercerna sempurna ini bakal masuk ke usus dan menyebabkan fermentasi, salah cerna, dan menimbulkan gas. Inilah yang menyebabkan wasir, kembung, hingga dapat berakibat muntah dan diare.
  2. Makan berlebihan hingga kekenyangan dapat melonjaknya kadar gula darah. Ketika kadar gula darah melambung tinggi otomatis tubuh akan segera memproduksi hormon insulin besar-besaran untuk menurunkan kadar gula darah. Kebisaan makan berlebihan yang berdampak pada melonjaknya kadar gula darah tersebut bakal mendorong tubuh lebih pandai menyimpan lemak dari pada menggunakannya dampaknya bobot tubuh bakal membengkak.
  3. Tidak berhenti makan sebelum kenyang juga berdampak terhadap kebugaran. Pola makan ini membuat saluran pencernaan menjadi kerja lebih keras untuk mencerna banyaknya makanan yang telan. Inilah yang membuat tubuh menjadi lebih lemas dan tidak bertenaga. Jika gula darah yang melonjak bakal berakibat pada  produksi insulin yang melimpah dan memicu asam amino masuk kedalam otak kita dan akibatnya kita menjadi mengantuk.   Inilah yang membuuat orang menjadi lesu akibat kekenyangan.
  4. Makan terlampau kenyang juga dapat membuat sesak nafas. Saat banyak makanan yang mengandung karbohodrat masuk ke tubuh, maka akan banyak karbondioksida yang diproduksi dari makanan. Akibatnya Tubuh bakal kelebihan karbondioksida dan kekurangan oksigen untuk bernafas. 
  5. Saat perut sering kekenyangan, maka tubuh bakal menyimpan cadangan energi dalam bentuk lemak. Inilah yang menyebabkan obesitas yang mengundang berbagai macam penyakit seperti jantung, darah atau penyakit yang biasanya bersifat kronis membutuhkan waktu dan biaya banyak untuk penanganannya. 

Inilah hikmah dari Hadist Nabi Muhammad SAW  yang artinya “Kita (kaum muslimin) adalah kaum yang hanya makan bila lapar dan berhenti makan sebelum kenyang“.

Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

NO COMMENTS

Comments are closed.