Ada-ada Saja….Gak Punya Ongkos Pulang, Turis Tampar Polisi Agar Dideportasi

Ada-ada Saja….Gak Punya Ongkos Pulang, Turis Tampar Polisi Agar Dideportasi

10
0
SHARE

Saat liburan, jangan heboh menghabiskan uang sampai tak bisa beli tiket pulang. Seorang turis di Malta kehabisan uang untuk pulang ke Swedia. Ia pun menampar polisi agar dideportasi dan bisa pulang gratis. Ada-ada saja!
James John Konteh (24) merupakan turis pria asal Swedia yang belum lama ini liburan di Marsa, Malta. Dia kehabisan uang untuk beli tiket pesawat dan akhirnya melakukan perbuatan konyol supaya bisa pulang ke Swedia. Ia menampar 2 polisi agar dideportasi dan dipulangkan ke negaranya tanpa perlu bayar sepeserpun.
Bukannya langsung dipulangkan, pria itu malah dipenjara atas perbuatannya. Kejadian ini pun diberitakan oleh media lokal Malta Today dan media internasional seperti Daily Mail dan iAfrica. Ditelusuri detikTravel, Rabu (27/5/2015) Konteh awalnya datang ke Malta dengan uang sebesar € 1.500 (Rp 21,5 juta).
Namun dia telah menghabiskan uang tersebut sebelum membeli tiket pesawat ke Swedia. Ia pun terpikir untuk meminta dideportasi. Konteh kemudian datang ke kantor polisi Marsa dan menyampaikan maksudnya kepada petugas di sana.
Konteh memposisikan dirinya sebagai turis yang tak punya tempat menginap dan harus dideportasi agar segera kembali ke Swedia. Karena polisi mengatakan kalau mereka tak bisa tiba-tiba mendeportasi Konteh, turis pria ini mengancam akan melakukan kejahatan.
Polisi pun kemudian mencoba mencarikan tempat menginap gratis di tempat penampungan tunawisma. Sayangnya, Konteh tidak bisa menginap di sana karena tak punya surat rekomendasi.
Pria ini tampaknya kesal dan langsung menampar 2 polisi di dekatnya. Ia juga merusak spion mobil polisi dengan harapan perbuatannya itu bisa membuatnya segera dideportasi.
Namun harapan pria dari Swedia itu tak terwujud. Berbagai tuduhan seperti menyerang dan tidak mematuhi perintah polisi hingga merusak mobil polisi pun ditujukan padanya.
Bukannya dideportasi, ia malah ditahan dan diharuskan menghadiri sidang di pengadilan. Kasihan…

NO COMMENTS

Comments are closed.