6 Negara Konflik Yang Kini Aman Dikunjungi Traveler?

6 Negara Konflik Yang Kini Aman Dikunjungi Traveler?

27
0
SHARE

Keamanan adalah pertimbangan utama saat traveling. Beberapa negara juga selalu mengingatkan warganya dengan travel warning ke negara-negara yang dianggap berbahaya. Seiring dengan berjalannya waktu, negara-negara yang dulu dicap sebagai tujuan traveling yang berbahaya kini telah aman untuk menyambut traveler dari seluruh dunia. Mana sajakah negara tersebut?

Konflik internal, perang saudara, dan menumpuknya kartel narkoba adalah beberapa penyebab negara tersebut sangat berbahaya untuk dijadikan tujuan traveling. Keselamatan turis yang berwisata ke negara bermasalah bisa saja terancam. Berkat keseriusannya dalam berbenah, negara-negara berikut telah berhasil merubah image negatif negaranya menjadi negara yang ramah dan aman bagi turis.

Inilah 6 negara yang dulu bermasalah kini aman untuk dikunjungi.

1. Rwanda

Rwanda adalah negara yang keren untuk bersafari melihat gorila gunung yang perkasa. Namun sayang negara ini penuh dengan konflik internal berupa perang saudara dan genosida berkepanjangan. Hasilnya tak banyak traveler yang berani masuk ke kawasan negara di Afrika Timur itu.

Namun itu semua adalah cerita lama yang menghantui traveler dua dekade silam. Saat ini Rwanda telah berganti wajah menjadi negara yang memiliki keamanan yang relatif stabil. Namun bersolo traveling di negara ini masih perlu berfikir dua kali. cara terbaik menjelajahi negara ini adalah dengan bergabung bersama agen tur safari yang akan dipandu dengan pemandu berbakat untuk menyaksikan gorila gunung di lingkungan liarnya.

2. Sri Lanka

Selama berpuluh-puluh tahun Sri Lanka masuk dalam daftar black list, negara yang berbahaya untuk dikunjungi. Tepatnya di era 80-90-an dan tahun 2000-an negara ini menderita permasalahan internal yang pelik berupa perang saudara.

Tentu traveler masih ingat bagaimana separatis Macan Tamil tidak henti-hentinya meneror warga dan membuat stabilitas nasional Sri Lanka sempat goyah. Tapi sejak tahun 2009 atau pasca ditumbangkannya separatis Macan Tamil, negara ini berangsur-angsur menjadi tujuan wisata yang menarik. Wisata di negara tersebut berkembang cukup pesat, pantai-pantai yang masih alami menjadi andalan utama untuk menarik wisatawan.

3. Bolivia

Selamat tinggal masa lalu yang kelam, mungkin slogan ini cocok untuk disematkan pada Bolivia, sebuah negara yang ada di Amerika Selatan. Semua orang setuju jika dulu Bolivia adalah salah satu negara yang memiliki angka kriminalitas tertinggi di dunia.

Baru-baru ini pemerintah Bolivia mengalami peningkatan ekonomi yang salah satunya berasal dari sektor pariwisata. Banyaknya traveler yang berkunjung ke Bolivia bukan semata-mata karena negara tersebut memiliki kekayaan alam yang berlimpah dan indah namun juga didukung mulai membaiknya keamanan di dalam negerinya. Penegakan hukum mulai berhasil diterapkan dan pembangunan infrastruktur juga mulai digalakkan.

Bolivia kini menjadi tujuan traveling yang murah dengan suguhan alam yang wah. Bertualang ke puncak Andes adalah salah satu atraksi wisata andalan Bolivia selain hutan penuh aneka burung menjadi alternatif keren lainnya. Kini terdapat penerbangan setiap hari yang melayani rute ke negara tersebut via Miami.

4. Kolombia

Meriahnya kehidupan malam di Kolombia yang berisi dengan puluhan plaza terbuka dan jajaran bangunan yang berwarna-warni mempu menghipnotis setiap traveler yang berlibur ke sana. Belum lagi ditambah Cartagena yang pada awal tahun lalu dinobatkan majalah New York Time sebagai salah satu tempat yang wajib dikunjungi di tahun 2015.

Keadaan Kolombia yang traveler nikmati sekarang ini jauh berbeda dengan beberapa dekade lalu. Negara ini sempat berada dalam masa kelam di mana gank-gank kekerasan serta kartel narkoba menjamur di hampir seluruh wilayahnya bak penyakit kanker yang menggerogoti organ tubuh manusia. Kini Kolombia mulai berlali mensejajarkan diri dengan negara-negara lain khususnya dalam hal pariwisata.

5. Georgia

Dahulu Georgia merupakan salah satu wilayah Uni Soviet dan sangat erat kaitannya dengan Stalin. Ya, sang pemimpin Uni Soviet yang kejam dan terkenal sebagai diktator yang juga memiliki julukan “Manusia Baja” ini lahir di Georgia maka pantaslah jika kekejaman Stalin selalu membayangi Georgia.

Namun lihatah Georgia yang sekarang. Tak hanya aman dan modern, Georgia sekarang juga menjadi rumah bagi beberapa kebun anggur paling berkelas di daratan Eropa Timur. Beberapa bangunan tua seperti istana, biara dan kastil-kastil kuno juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

6. Kuba

Beberapa waktu lalu dalam kurun waktu yang lama pemerintah Amerika Serikat sempat mengeluarkan travel warning ke Kuba buat seluruh warganya. Bahkan jika ada yang melanggar maka pemerintah tidak segan untuk menghukumnya. Alasannya berkaitan dengan masalah keamanan di Kuba yang begitu buruk.

Ya, Kuba adalah mantan negara komunis yang berbahaya. Namun lokasinya yang berada di kepulauan Karibia membuat negara ini memiliki pantai tropis yang eksotis sehingga ada saja wisatawan yang melanggar travel warning dari negaranya untuk tetap berkunjung ke Kuba.

Sekarang satu per satu negara lain mencabut travel warning ke Kuba termasuk Amerika. Hasilnya bisa dilihat jumlah kunjungan ke objek wisata di negara ini meningkat drastis. Kuba adalah surga bagi penikmat seni, dan penikmat pantai cerutu dan tentu saja rum.

Negara-negara yang memiliki masa kelam saja mampu bangkit dengan cepat dan menjadi tujuan wisata yang paling banyak diburu traveler dunia.

Bagaimana dengan Indonesia yang notabene memiliki stabilitas nasional yang stabil? Harusnya kita bisa lebih maju dibanding negara-negara tersebut. Bukan begitu guys?

(sumber)

NO COMMENTS

Comments are closed.